Home News Internasional Trump Klaim Pemimpin Tertinggi Iran Khamenei Tewas Akibat Serangan AS

Trump Klaim Pemimpin Tertinggi Iran Khamenei Tewas Akibat Serangan AS

53 Siswa Gugur Akibat Serangan Israel di Iran Selatan Trump Klaim Pemimpin Tertinggi Iran Khamenei Tewas Akibat Serangan AS
Kepulan asap membubung setelah ledakan di Teheran. Foto: Aljazeera/Getty Images.

Komparatif.ID, Washington— Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei tewas dalam serangan besar-besaran yang dilancarkan Amerika Serikat bersama Israel pada Sabtu (28/2/2026) waktu setempat.

Klaim tersebut disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan kawasan, namun hingga kini belum ada konfirmasi resmi yang membenarkan pernyataan tersebut.

Laporan kantor berita Agence France-Presse (AFP) menyebutkan Trump mengatakan operasi militer itu akan terus berlanjut dengan pemboman berat sepanjang pekan ini. Ia mengindikasikan serangan tersebut menandai eskalasi signifikan dalam hubungan kedua negara yang selama ini berada dalam ketegangan terkait program nuklir Iran.

Di pihak lain, pemerintah Iran membantah klaim tersebut. Otoritas Teheran mengatakan para pemimpin Iran termasuk Khamenei dalam keadaan aman dan sehat.

Hingga saat ini belum ada laporan resmi dari sumber independen yang mengonfirmasi kabar mengenai kematian Khamenei. Media pemerintah Iran melaporkan lebih dari 200 orang tewas akibat serangan yang terjadi.

Baca juga: Warganet Ramai Laporkan Twitter Down, Imbas Serangan AS ke Iran?

Situasi di kawasan Timur Tengah semakin memanas setelah Iran melancarkan serangan balasan yang disebut sebagai langkah pembalasan yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Serangan tersebut menargetkan pangkalan militer Amerika Serikat, Israel, serta sejumlah sasaran lain di berbagai wilayah. Ledakan dan guncangan dilaporkan terjadi di sejumlah daerah padat penduduk, sementara perjalanan udara dan pengiriman minyak terganggu akibat kondisi keamanan yang memburuk.

Militer Amerika Serikat melaporkan tidak ada korban jiwa warga Amerika yang terkait dengan pertempuran tersebut. Meski demikian, aparat keamanan di dalam negeri meningkatkan kewaspadaan.

Tim kontraterorisme FBI dilaporkan berada dalam status siaga tinggi. Departemen Luar Negeri Amerika Serikat juga mengeluarkan imbauan kepada warga negaranya di seluruh dunia untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul perkembangan situasi tersebut.

Previous articleSkema Pencairan Dana Desa 2026 Berubah, Ini Ketentuan Terbarunya
Next articleMendagri: 11 Daerah Terdampak Bencana Sumatra Masih Perlu Atensi Khusus

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here