Home News Internasional Perundingan AS-Iran Gagal, Trump Umumkan Blokade Selat Hormuz

Perundingan AS-Iran Gagal, Trump Umumkan Blokade Selat Hormuz

Trump Ultimatum Iran: Pengeboman Besar Bila Kesepakatan Gagal Malam Ini Perundingan AS-Iran Gagal, Trump Umumkan Blokade Selat Hormuz
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Foto: Celal Güneş/AA.

Komparatif.ID, Washington DC— Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengatakan akan memulai blokade angkatan laut penuh terhadap Selat Hormuz.

Pengumuman tersebut disampaikan hanya beberapa jam setelah Amerika Serikat dan Iran gagal mencapai kesepakatan dalam pembicaraan langsung yang berlangsung di Pakistan.

Trump menyebut kegagalan itu disebabkan oleh perbedaan mendasar terkait isu nuklir, sebagaimana diungkapkan melalui unggahan di platform Truth Social pada Minggu (12/4/2026).

Militer AS memastikan blokade akan mulai diberlakukan pada pukul 10 pagi waktu New York, Senin (13/4/2026).

Dalam pernyataan resminya, Komando Pusat AS menegaskan langkah tersebut akan diterapkan secara imparsial terhadap semua kapal dari berbagai negara yang memasuki atau meninggalkan pelabuhan serta wilayah pesisir Iran, termasuk pelabuhan di Teluk Arab dan Teluk Oman.

Kondisi ini memperburuk situasi yang sebelumnya sempat mereda melalui kesepakatan gencatan senjata pekan lalu. Trump mengatakan pihaknya akan mencegat kapal mana pun yang membayar bea kepada Iran untuk melintas di Selat Hormuz.

Baca juga: Dapat Lampu Hijau dari Iran, 2 Tanker Pertamina Bisa Lintasi Selat Hormuz?

Ia juga menambahkan AS akan melakukan pembersihan ranjau di kawasan tersebut, yang sebelum konflik dilaporkan dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam cair global.

Dalam pernyataan terpisah, Trump menegaskan Angkatan Laut AS akan memblokade seluruh kapal yang mencoba memasuki atau keluar dari Selat Hormuz. Ia juga memperingatkan setiap tindakan agresif dari pihak Iran terhadap kapal AS maupun kapal sipil akan mendapat respons keras.

Trump turut menyebut adanya kemungkinan keterlibatan negara lain dalam operasi tersebut, meski tidak memberikan rincian lebih lanjut.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran, Seyed Abbas Araghchi, menegaskan pihaknya telah bernegosiasi dengan itikad baik untuk mengakhiri konflik. Namun, ia menyebut pembicaraan tingkat tinggi yang berlangsung di Pakistan berakhir tanpa hasil akibat perubahan sikap dari pihak Amerika Serikat.

Dalam pernyataan yang dirilis melalui platform X, Araghchi menyebut kedua pihak sebenarnya hampir mencapai kesepakatan yang disebut sebagai “MoU Islamabad”, namun gagal akibat tuntutan baru dari AS.

Araghchi memperingatkan Iran akan merespons setiap tindakan berdasarkan sikap yang diterima. Ia menegaskan niat baik akan dibalas dengan niat baik, sementara permusuhan akan direspons dengan sikap serupa.

Previous articleBank Aceh Catat Kinerja Positif pada Kuartal I, DPK Tumbuh 2,47 Persen
Next articleCEO PT Trans Continent Ismail Rasyid Jalani Ujian Terbuka Doktoral Pekan Ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here