Home News Daerah Mendagri: 11 Daerah Terdampak Bencana Sumatra Masih Perlu Atensi Khusus

Mendagri: 11 Daerah Terdampak Bencana Sumatra Masih Perlu Atensi Khusus

Mendagri: 11 Daerah Terdampak Bencana Sumatra Masih Perlu Atensi Khusus Satgas PRR Targetkan Tak Ada Lagi Pengungsi di Tenda Darurat Sebelum Idulfitri
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian. Foto: HO for Komparatif.ID.

Komparatif.ID, Jakarta— Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyampaikan dari total 52 kabupaten terdampak bencana hidrometeorologi, sebagian besar kondisi wilayah kini telah berangsur normal. Namun demikian, masih terdapat sejumlah daerah yang memerlukan perhatian dan penanganan lanjutan secara khusus.

“Ada 52 kabupaten terdampak, 38 di antaranya sudah normal dan 3 diantaranya berstatus mendekati normal. Sementara masih terdapat 11 daerah kabupaten di tiga provinsi terdampak bencana Sumatera yang memerlukan atensi khusus,” ujar Tito di Jakarta, Jumat (27/2/2026).

Sebanyak 11 kabupaten yang berstatus atensi khusus tersebut tersebar di tiga provinsi. Daerah yang dimaksud meliputi Padang Pariaman, Agam, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Bireuen, Aceh Timur, Aceh Tengah, Aceh Utara, Gayo Lues, Aceh Tamiang, dan Pidie Jaya.

Menurut Tito, seluruh daerah tersebut memerlukan percepatan pemulihan pada berbagai indikator penting yang terdampak akibat bencana.

Baca juga: Tito: Kondisi Sejumlah Daerah Pascabanjir Sumatra Kembali Normal

Ia menjelaskan indikator yang perlu dipulihkan tidak hanya mencakup layanan publik, tetapi juga sarana dan prasarana pendidikan dan kesehatan, akses darat, serta pemulihan sektor ekonomi dan sosial.

Selain itu, terdapat sejumlah indikator dasar lain yang dinilai sangat penting, seperti pasokan bahan bakar minyak dan ketersediaan SPBU, layanan air minum, jaringan internet, distribusi gas elpiji, hingga sistem pembuangan air dan sampah serta normalisasi sungai.

Tito menegaskan pemerintah akan terus mempercepat rehabilitasi di 11 daerah berstatus atensi khusus tersebut.

Langkah yang dilakukan antara lain pembersihan lumpur, pemulihan akses darat di daerah yang masih terisolir, normalisasi sungai, serta pembersihan puing sisa banjir bandang dan longsor yang masih menumpuk di beberapa wilayah.

“Saya akan terus mempercepat rehabilitasi 11 daerah berstatus atensi khusus, mulai dari pembersihan lumpur, pemulihan akses darat daerah terisolir, normalisasi sungai, dan pembersihan puing sisa banjir bandang serta longsor yang masih menumpuk di beberapa daerah,” katanya.

Previous articleTrump Klaim Pemimpin Tertinggi Iran Khamenei Tewas Akibat Serangan AS
Next articleIran Serang Balik Pangkalan Militer Amerika Serikat di Teluk Arab

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here