
Komparatif.ID, Kuala Simpang– Aspek pangan dinilai masih menjadi tantangan utama ketika bencana terjadi. Hal tersebut mengemuka dalam kegiatan Edukasi Bahan Pangan dan Makanan Darurat Bencana kepada masyarakat Kampung Manyak Payed yang dilaksanakan tim PKM UNSAM di SMP Negeri 1 Manyak Payed, Aceh Tamiang, Sabtu (14/2/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat (PKM) Universitas Samudra (UNSAM). PKM UNSAM menjelaskan pentingnya menyiapkan paket pangan darurat sebelum bencana terjadi.
Aspek pangan dinilai menjadi salah satu kebutuhan paling krusial saat masa tanggap darurat, terutama untuk menjaga kecukupan energi dan gizi keluarga di tengah keterbatasan akses.
Ketua tim PKM UNSAM, Ulfah Azzahra Harahap, S.Ak., M.Par, menyampaikan banyak keluarga belum memiliki perencanaan pangan darurat yang memadai.
Ia menekankan penyusunan food kit emergency dapat menjadi langkah awal yang sederhana namun penting untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan mengurangi risiko kekurangan asupan gizi saat terjadi bencana.
Dalam pemaparannya, Ulfah Azzahra Harahap menjelaskan banyak keluarga belum memiliki perencanaan pangan darurat sehingga berisiko mengalami kekurangan asupan gizi pada masa krisis.
Menurutnya, pengetahuan tentang penyusunan paket pangan darurat merupakan bentuk perlindungan awal bagi diri sendiri dan lingkungan sekitar.
Ia memaparkan food kit emergency merupakan paket pangan darurat yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan energi dan zat gizi minimal selama masa tanggap darurat. Komponen yang diperkenalkan dalam kegiatan tersebut meliputi makanan siap konsumsi, bahan pangan tahan lama, sumber protein praktis, air minum, serta perlengkapan pendukung yang mudah dibawa dan digunakan dalam kondisi terbatas.
Baca juga: PKM UNSAM Dorong Budaya Sadar Bencana Lewat Pengenalan Tas Siaga
“Edukasi food kit emergency sangat penting agar masyarakat tidak panik saat bencana datang. Dengan persiapan yang tepat, keluarga dapat tetap memenuhi kebutuhan gizi dasar dan menjaga kesehatan di tengah keterbatasan. Pengetahuan ini adalah bentuk perlindungan awal bagi diri sendiri dan lingkungan sekitar,” ungkapnya.

Sebagai bagian dari kegiatan, siswa menerima buku saku Food Kit Emergency yang disusun secara ringkas dan aplikatif. Buku tersebut memuat panduan penyusunan tas siaga bencana atau ready to go bag, daftar rekomendasi bahan pangan sesuai kebutuhan keluarga, estimasi kecukupan gizi sederhana, serta tips penyimpanan dan pengecekan masa kedaluwarsa bahan pangan.
Peserta juga diperlihatkan contoh pack food kit emergency yang telah disusun secara praktis dan dapat langsung dimasukkan ke dalam tas siaga.
Pemberian contoh paket ini dimaksudkan untuk memberikan gambaran nyata mengenai perlengkapan pangan darurat yang siap digunakan tanpa harus melakukan persiapan mendadak saat bencana terjadi.
Selain pemaparan materi, kegiatan turut diisi dengan sesi permainan edukatif seputar pangan yang melibatkan para guru.
Sesi ini dirancang tim PKM UNSAM sebagai pendekatan trauma healing yang edukatif dan menyenangkan, guna memperkuat pemahaman materi sekaligus membangun suasana positif di lingkungan sekolah.












