Home News Daerah PKM UNSAM Dorong Budaya Sadar Bencana Lewat Pengenalan Tas Siaga

PKM UNSAM Dorong Budaya Sadar Bencana Lewat Pengenalan Tas Siaga

PKM UNSAM Dorong Budaya Sadar Bencana Lewat Pengenalan Tas Siaga
Ketua tim PKM UNSAM, Nurul Aulia Martaputri, menyerahkan tas dan perlengkapan P3K kepada SMP Negeri 1 Manyak Payed, Kabupaten Aceh Tamiang, Sabtu (14/2/2026). Foto: HO for Komparatif.ID.

Komparatif.ID, Kuala Simpang— Tim pengabdian kepada masyarakat (PKM) Universitas Samudra (UNSAM) mendorong penguatan budaya sadar bencana di kalangan pelajar melalui pengenalan tas siaga di SMP Negeri 1 Manyak Payed, Kabupaten Aceh Tamiang, Sabtu (14/2/2026).

Edukasi tersebut menempatkan tas siaga sebagai langkah awal yang dapat dilakukan siswa untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi situasi darurat.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian “Edukasi Kesiapsiagaan Bencana Berbasis Pembelajaran Kontekstual melalui Pengenalan Tas Siaga bagi Siswa Sekolah di Kecamatan Manyak Payed, Aceh Tamiang.”

Dalam kegiatan itu, siswa diperkenalkan pada konsep dasar tas siaga beserta perlengkapan yang perlu disiapkan sejak dini. Tim PKM UNSAM menjelaskan tas siaga berisi kebutuhan dasar yang dapat menunjang keselamatan individu pada fase awal bencana, mulai dari dokumen penting hingga perlengkapan pertolongan pertama.

Pendekatan pembelajaran kontekstual digunakan agar siswa tidak hanya memahami teori kebencanaan, tetapi juga mampu mengaitkannya dengan pengalaman yang pernah mereka alami saat banjir bandang melanda wilayah tersebut.

Melalui pemahaman fungsi dan penggunaan setiap perlengkapan, siswa diharapkan lebih siap dan tanggap ketika menghadapi risiko bencana.

Baca juga: Tim Pengabdian Unsam Ajak Siswa Manyak Payed Belajar Siaga Bencana Lewat Game

Program ini diketuai Nurul Aulia Martaputri, dosen Program Studi Pendidikan Profesi Guru FKIP Universitas Samudra, bersama tiga mahasiswa anggota tim.

Dalam pemaparannya, Nurul Aulia Martaputri, menjelaskan secara rinci perlengkapan yang perlu disiapkan dalam tas siaga bencana. Ia menekankan tas siaga harus berisi kebutuhan dasar yang mampu menunjang keselamatan individu minimal saat kondisi darurat.

“Isi tas siaga setidaknya meliputi dokumen penting yang disimpan dalam map tahan air, kotak P3K beserta obat-obatan pribadi, senter, powerbank, peluit untuk meminta pertolongan, masker, air minum, makanan ringan tahan lama, pakaian ganti, serta perlengkapan kebersihan pribadi,” jelasnya di hadapan para siswa.

Ia juga menambahkan setiap keluarga dapat menyesuaikan isi tas siaga dengan kebutuhan masing-masing, termasuk menambahkan perlengkapan khusus bagi anggota keluarga yang memiliki kondisi tertentu.

Menurutnya, kesiapsiagaan bukan sekadar memiliki perlengkapan, tetapi juga memahami fungsi setiap item dan mengetahui kapan serta bagaimana menggunakannya.
Pendekatan pembelajaran kontekstual diterapkan agar siswa tidak hanya memahami teori kebencanaan, tetapi juga mengaitkannya dengan pengalaman yang pernah mereka alami saat banjir bandang melanda wilayah tersebut.

Melalui diskusi dan praktik langsung menyusun tas siaga, siswa diajak mengenali peran mereka dalam menjaga keselamatan diri sendiri.
Kepala Sekolah SMPN 1 Manyak Payed menyampaikan edukasi ini mendukung penguatan pendidikan karakter, khususnya dalam membangun budaya sadar bencana di lingkungan sekolah.

Ia menilai kesiapsiagaan perlu dimulai dari individu dan keluarga sebelum menjadi tanggung jawab yang lebih luas.

Selain memberikan edukasi, tim pengabdian UNSAM turut menyerahkan bantuan berupa tas dan perlengkapan P3K kepada pihak sekolah sebagai dukungan terhadap keberlanjutan proses belajar pascabencana.

Bantuan ini diharapkan dapat memperkuat budaya sadar bencana dan meningkatkan kesiapan siswa dalam menghadapi potensi risiko di masa mendatang.

Previous articleIswahyudi Pimpin PAN Bireuen Hingga 2030, Konsolidasi Jadi Prioritas
Next articlePulanglah, Nikmati Makmeugang Bersama Ibu & Ayah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here