Komparatif.ID, Jakarta— Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sejumlah wilayah Aceh berpotensi diguyur hujan lebat hingga sangat lebat berpotensi mulai 16 hingga 18 Februari 2026.
Prakirawan BMKG, Bintari, dalam tayangan prakiraan cuaca yang dipantau melalui kanal YouTube BMKG, Senin (16/2/2026), menyebutkan potensi hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat tidak hanya terjadi di Aceh, tetapi juga di sejumlah wilayah lain di Indonesia.
Beberapa daerah yang disebutkan antara lain Sumatera Utara, Sumatera Barat, Bengkulu, Bangka Belitung, Lampung, dan Banten.
“Hujan lebat dan sangat lebat juga berpotensi melanda Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Sulawesi Utara, Papua, dan Papua Pegunungan,” ujar Bintari dalam tayangan tersebut.
BMKG mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat hingga sangat lebat dalam beberapa hari ke depan. Peringatan ini dikeluarkan mengingat potensi dampak hidrometeorologi yang dapat terjadi apabila curah hujan tinggi berlangsung dalam durasi cukup lama.
Berdasarkan data peringatan dini dengan potensi hujan lebat hingga sangat lebat pada level siaga untuk periode 16–18 Februari 2026, sejumlah kabupaten/kota di Aceh masuk dalam daftar wilayah yang perlu meningkatkan kewaspadaan.
Baca juga: Siklon Tropis Senyar Pecahkan Rekor Curah Hujan Tertinggi Sejak 1991
Pada 16 Februari, wilayah yang berpotensi terdampak meliputi Aceh Tenggara, Aceh Barat Daya, Nagan Raya, Gayo Lues, Aceh Singkil, dan Aceh Selatan.
Memasuki 17 Februari, potensi hujan lebat hingga sangat lebat diprakirakan masih terjadi di Aceh Tenggara dan Aceh Selatan.
Sementara itu, pada 18 Februari, wilayah yang masuk dalam kategori siaga adalah Pidie, Pidie Jaya, dan Bener Meriah.
BMKG menyebutkan potensi dampak pada level siaga antara lain berupa banjir, banjir bandang, dan tanah longsor. Dampak tersebut dinilai dapat berpengaruh signifikan terhadap pelayanan publik apabila tidak diantisipasi dengan baik.
Sehubungan dengan itu, masyarakat di wilayah yang disebutkan diimbau untuk memantau perkembangan informasi cuaca terkini dari BMKG serta meningkatkan kesiapsiagaan, terutama bagi yang tinggal di daerah rawan banjir dan longsor.













