Home News Daerah IPeKB Aceh dan POGI Aceh Hadirkan Layanan USG Gratis

IPeKB Aceh dan POGI Aceh Hadirkan Layanan USG Gratis

IPeKB Aceh dan POGI Aceh Hadirkan Layanan USG Gratis
IPeKB dan POGI Aceh tandatangani kerjasama menghadirkan USG gratis dan penguatan layanan kesehatan ibu hamil di wilayah terdampak bencana. Foto: HO for Komparatif.ID.

Komparatif.ID, Bireuen— Ikatan Penyuluh Keluarga Berencana (IPeKB) Aceh bersama Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) Cabang Aceh menandatangani kerja sama penguatan layanan kesehatan ibu dan keluarga berisiko stunting, terutama di wilayah terdampak bencana.

Ketua Umum POGI Aceh, dr. Purnama Setia Budi, SpOG, menjelaskan nota kesepahaman tersebut mencakup pendampingan pemeriksaan kesehatan ibu hamil serta keluarga yang berisiko stunting.

Dalam kerja sama ini, POGI Aceh juga akan menyediakan pemeriksaan kehamilan berupa USG gratis, layanan konsultasi persiapan kelahiran, serta edukasi terkait keluarga berencana pasca persalinan.

Menurut dr. Purnama, kegiatan tersebut sejalan dengan program POGI yang dikenal dengan SPRIN atau Selamatkan Perempuan Indonesia.

dr. Purnama mengatakan pelaksanaan kerja sama ini tidak terbatas di Kabupaten Bireuen saja. Program pendampingan dan layanan kesehatan tersebut direncanakan akan diperluas ke kabupaten dan kota lain di Aceh, khususnya daerah yang terdampak bencana.

“Kerjasama ini tidak saja dilaksanakan di Kabupaten Bireuen dan akan kita laksanakan juga di kabupaten/kota lainnya yang terdampak bencana di Aceh,” ungkapnya, Minggu (1/2/2026).

Baca juga: Fokusgampi Banda Aceh Gelar Seminar Pendidikan Parenting

Ia menilai kondisi pasca bencana membutuhkan perhatian khusus, terutama bagi ibu hamil yang rentan mengalami keterbatasan akses layanan kesehatan. Karena itu, keterlibatan dokter spesialis kebidanan dan kandungan dinilai penting untuk memastikan kesehatan ibu dan janin tetap terpantau.

Sementara itu, Ketua Umum PD IPeKB Aceh, Zulfikar, menyampaikan kerja sama ini merupakan bagian dari upaya mewujudkan ketahanan keluarga melalui Program Bangga Kencana, yang meliputi kependudukan, keluarga berencana, dan pembangunan keluarga.

Ia menyebutkan bahwa fokus kegiatan juga diarahkan pada pencegahan stunting di wilayah Aceh yang terdampak banjir dan longsor.

Zulfikar menambahkan, setelah penandatanganan perjanjian kerja sama tersebut, kegiatan pertama direncanakan akan dilaksanakan pada 4 Februari 2026. Sasaran awal adalah ibu hamil di empat desa lokus terdampak banjir di Gampong Raya Dagang, Raya Tambo, Pante Gajah, dan Pante Pisang, Kecamatan Peusangan, Bireuen.

Ia berharap sinergi antara IPeKB Aceh dan POGI Aceh dapat berjalan secara berkelanjutan dan mendorong peran aktif masyarakat dalam upaya pencegahan serta percepatan penurunan stunting pasca bencana.

Previous article3.248 Unit Huntara di Aceh Rampung, 13.046 Unit Sisa Ditarget Selesai Bertahap
Next articleNelayan Calok Peudada Bangun Jembatan Darurat Menuju TPI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here