
Komparatif.ID, Banda Aceh — Pembangunan hunian sementara bagi korban bencana di Aceh masih terus berjalan. Kepala Posko Wilayah Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Aceh Safrizal ZA menyebutkan sebanyak 3.248 unit huntara telah selesai dibangun dari total kebutuhan 16.294 unit.
Angka tersebut setara dengan sekitar 19,9 persen, sementara sisanya, sebanyak 13.046 unit atau sekitar 80,1 persen, masih dalam tahap pembangunan dan ditargetkan selesai secara bertahap.
“Sebanyak 3.248 unit hunian sementara bagi korban bencana di Aceh telah selesai dibangun,” ungkapnya, Minggu (1/2/2026).
Safrizal menjelaskan, selain pembangunan hunian sementara, pemerintah juga menyalurkan Dana Tunggu Hunian (DTH) kepada korban bencana yang belum dapat menempati hunian sementara.
Dari total 8.047 kepala keluarga penerima DTH di Aceh, sekitar 4.000-an kepala keluarga telah menerima penyaluran dana. Sementara itu, sekitar 4.000-an kepala keluarga lainnya masih dalam proses, yang sebagian besar terkendala pada pembukaan rekening dan tahapan verifikasi data.
Baca juga: Pemda Boleh Gunakan Kayu Hanyut Sisa Banjir Untuk Bangun Huntara
Menurut Safrizal, penanganan huntara dan DTH di Aceh saat ini telah memasuki fase kritikal pemulihan. Kondisi tersebut menuntut percepatan, terutama dalam pembangunan hunian sementara, penyelesaian DTH tanpa hambatan administratif, sinkronisasi data korban bencana, serta kepastian lokasi dan legalitas lahan yang digunakan.
“Penanganan Huntara dan DTH di Aceh memasuki fase kritikal pemulihan, sehingga diperlukan percepatan,” imbuhnya.
Data Satgas PRR menunjukkan, progres pembangunan huntara dan penyaluran DTH berbeda-beda di setiap kabupaten dan kota.












