Home News Internasional Bangladesh Alami Krisis Energi, Listrik Dipadamkan Bergilir

Bangladesh Alami Krisis Energi, Listrik Dipadamkan Bergilir

Bangladesh Dihantam Krisis Energi, Listrik Dipadamkan Bergilir
Antrean panjang kendaraan saat hendak mengisi bahan bakar di salah satu SPBU di Dhaka, Bangladesh, Senin (6/4/2026). REUTERS/Mohammad Ponir Hossain.

Komparatif.ID, Dhaka— Bangladesh menghadapi krisis energi di tengah gelombang panas (heat wave) ekstrem yang melanda sebagian besar wilayahnya. Pemerintah terpaksa memberlakukan pemadaman listrik bergilir (load-shedding) akibat kekurangan pasokan bahan bakar yang berdampak langsung pada produksi listrik nasional.

Krisis ini terjadi seiring terganggunya rantai pasok energi global yang dipicu konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.

Otoritas Bangladesh menyebut kebijakan pemadaman listrik dilakukan untuk menyeimbangkan antara tingginya permintaan dan terbatasnya kapasitas produksi yang tersedia.

Laporan AFP menyebutkan, kondisi ini membuat warga mengalami kesulitan, terutama karena harus menghadapi panas ekstrem tanpa pasokan listrik yang stabil.

Baca juga: Sempat Kritis, Bahlil Klaim Pasokan Energi Kembali Terkendali

Krisis energi di Bangladesh tidak terlepas dari tingginya ketergantungan negara tersebut terhadap impor bahan bakar. Sekitar 95 persen kebutuhan minyak dan gas dipenuhi dari luar negeri, sebagian besar berasal dari kawasan Timur Tengah yang dikirim melalui selat Hormuz.

Melansir CNBC, pejabat senior Kementerian Energi, Umme Rehana, mengatakan sebenarnya Bangladesh memiliki kapasitas pembangkit listrik yang cukup besar. Namun, keterbatasan pasokan gas dan bahan bakar membuat fasilitas tersebut tidak dapat dimanfaatkan secara optimal.

Hal serupa disampaikan Menteri Muda Urusan Listrik, Anindya Islam Amit, yang mengungkapkan permintaan listrik nasional telah mencapai sekitar 16.000 megawatt, sementara produksi yang tersedia hanya sekitar 14.126 megawatt. Selisih ini menjadi salah satu penyebab utama diberlakukannya pemadaman bergilir.

Pemerintah juga mengatakan kebijakan pemadaman bergilir diambil untuk menjaga distribusi energi yang lebih merata antara wilayah perkotaan dan pedesaan. Uji coba pemadaman bahkan diterapkan di ibu kota Dhaka guna mengurangi beban di wilayah lain, termasuk daerah pertanian yang juga terdampak panas ekstrem.

Di sisi lain, krisis energi ini turut memicu antrean panjang di berbagai stasiun pengisian bahan bakar. Warga terlihat mengantre selama berjam-jam untuk mendapatkan bahan bakar di tengah kekhawatiran akan kelangkaan pasokan.

Previous articlePemkab Bireuen Gelar Bimtek Penyusunan Produk Hukum
Next article3 Situs Bersejarah Aceh Barat Diusul Jadi Cagar Budaya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here