Komparatif.ID, Washington DC— Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan Partai Republik (GOP) harus memenangkan pemilihan sela (mid-term) Kongres tahun 2026 jika ingin menghindari upaya pemakzulan oleh Partai Demokrat.
Hal itu disampaikan Trump saat pertemuan dengan para anggota parlemen Partai Republik di Washington, Selasa (6/1/2026) waktu setempat.
“Kalian harus memenangkan pemilihan paruh waktu karena, jika kita tidak memenangkan pemilihan paruh waktu,mereka akan menemukan alasan untuk memakzulkan saya,” kata Trump.
Trump juga menyinggung kecenderungan historis yang merugikan presiden petahana dalam pemilihan sela, apalagi usai aksinya “menculik” Presiden Venezuela Nicolas Maduro yang ditentang keras oleh Demokrat.
“Mereka bilang, ketika Anda memenangkan kursi kepresidenan, Anda kalah dalam pemilihan paruh waktu,” ujarnya.
Meski demikian, Trump memprediksi Partai Republik mampu mengatasi rintangan dan meraih “kemenangan epik” dalam pemilihan sela, meski ia mengeluhkan masih adanya anggota yang tidak sejalan dengannya.
Baca juga: Wapres Venezuela Sebut Tak Ada Agen Asing yang Jalankan Pemerintahan
Dalam pemilihan sela nanti, seluruh kursi DPR dan sepertiga kursi Senat akan diperebutkan untuk membentuk Kongres ke-120 pada awal Januari 2027.
Secara historis, presiden petahana kehilangan kursi di DPR dalam setiap pemilihan paruh waktu sejak masa George W. Bush pada 2006 hingga Joe Biden pada 2024.
Trump sendiri pernah dimakzulkan dua kali oleh DPR (US House of Representatives) yang dipimpin Partai Demokrat selama masa jabatannya pada 2017–2021.
Pemakzulan tersebut terkait kebijakannya terhadap Ukraina dan peristiwa kerusuhan 6 Januari 2021 di Capitol yang melibatkan para pendukungnya.
Meski demikian, nasibnyaselamat usai dibebaskan Senat.
Saat ini, sejumlah anggota DPR dari Partai Demokrat telah mengajukan pasal-pasal pemakzulan baru yang menuduh Presiden AS itu melakukan penyalahgunaan kekuasaan pada masa jabatan keduanya.













