Home News Daerah Mahasiswa UIA Telusuri Jejak Soekarno di Museum Perjuangan Bireuen

Mahasiswa UIA Telusuri Jejak Soekarno di Museum Perjuangan Bireuen

Mahasiswa UIA Telusuri Jejak Soekarno di Museum Perjuangan Bireuen
Wakil Bupati Bireuen, Ir. Razuardi, saat menerima kunjungan mahasiswa UIA di Museum Perjuangan Kabupaten Bireuen, Senin (8/6/2026). Foto: HO for Komparatif.ID.

Komparatif.ID, Bireuen— Mahasiswa Universitas Islam Aceh (UIA) melaksanakan kunjungan edukatif ke Museum Perjuangan Kabupaten Bireuen, Senin (8/6/2026).

Kegiatan yang dikemas sebagai pembelajaran berbasis lapangan tersebut bertujuan memperluas wawasan mahasiswa mengenai sejarah perjuangan bangsa, termasuk peran Kabupaten Bireuen dalam masa perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Museum Perjuangan Kabupaten Bireuen menyimpan berbagai catatan dan koleksi sejarah yang berkaitan dengan perjuangan masyarakat Aceh dan Bireuen dalam merebut serta mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Salah satu bagian penting dari sejarah tersebut adalah keberadaan Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno, yang pada 17 Juni 1948 pernah menjadikan lokasi tersebut sebagai tempat beristirahat sekaligus mengatur strategi menghadapi Agresi Militer Belanda II.

Kegiatan kunjungan tersebut didampingi oleh dosen Universitas Islam Aceh, Desi Safnita, M.Sos. Acara diawali dengan pemaparan materi oleh Muhammad Tasrif dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bireuen.

Dalam penjelasannya, ia memperkenalkan berbagai koleksi yang tersimpan di museum sebagai sarana edukasi untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada generasi muda.

Menurut Muhammad Tasrif, museum memiliki peran penting dalam memperkenalkan sejarah perjuangan bangsa kepada masyarakat, khususnya mahasiswa.

Berbagai koleksi yang tersimpan di dalamnya menjadi media pembelajaran untuk memahami nilai nasionalisme, patriotisme, serta penghargaan terhadap jasa para pejuang yang telah berkorban demi kemerdekaan Indonesia.

Desi Safnita menyampaikan pembelajaran berbasis lapangan merupakan salah satu metode yang efektif dalam memperkuat pemahaman mahasiswa terhadap materi sejarah dan nilai-nilai kebangsaan.

Baca juga: Pemkab Bireuen Salurkan 95 Sapi untuk Daging Meugang Bantuan Presiden

Ia menilai pengalaman langsung di lokasi bersejarah mampu memberikan pemahaman yang lebih mendalam dibandingkan hanya mempelajari materi melalui buku.

“Melalui kunjungan ini, mahasiswa dapat melihat secara langsung berbagai koleksi, dokumentasi, foto-foto perjuangan, serta peninggalan sejarah yang menjadi saksi perjuangan para pahlawan,” ujar Desi Safnita.

Ia berharap pengalaman yang diperoleh mahasiswa selama berada di museum dapat menumbuhkan kesadaran untuk menghargai pengorbanan para pendahulu sekaligus memperkuat rasa cinta tanah air di kalangan generasi muda.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Bireuen, Ir. Razuardi, MT. Dalam kesempatan itu, ia memberikan motivasi kepada mahasiswa mengenai pentingnya memahami dan menjaga nilai-nilai sejarah perjuangan bangsa.

Razuardi menegaskan museum bukan hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan benda-benda bersejarah, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran yang dapat membentuk karakter generasi muda.

Menurutnya, semangat perjuangan para pahlawan harus terus diwariskan agar dapat menjadi inspirasi dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.

“Anak-anak muda harus memahami sejarah bangsanya. Di museum ini kita dapat melihat secara nyata jejak perjuangan para pendahulu. Dari sinilah lahir semangat untuk terus berkarya, berkontribusi, dan menjaga kesatuan dan persatuan bangsa,” ungkapnya.

Previous articleFORBINA Minta Polemik IUP di Aceh Fokus pada Tata Kelola & Penegakan Hukum
Next article148 KK Masuk Sasaran Huntap, Pidie Percepat Pemulihan Pascabencana

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here