Home News Daerah Ribuan Warga Peusangan Terima Bantuan Non Tunai

Ribuan Warga Peusangan Terima Bantuan Non Tunai

Ribuan Warga Peusangan Terima Bantuan Non Tunai
Bupati Bireuen H. Mukhlis ST saat menyerahkan Bantuan Non Tunai (Multi-Purpose Cash) dari Yayasan Fondasi Hidup Indonesia untuk masyarakat terdampak banjir. Foto: HO for Komparatif.ID.

Komparatif.ID, Bireuen— Pemerintah Kabupaten Bireuen bersama Yayasan Fondasi Hidup Indonesia menyalurkan Bantuan Non Tunai (Multi-Purpose Cash) bagi masyarakat terdampak banjir dan tanah longsor di Kecamatan Peusangan.

Kegiatan serah terima berlangsung di Meunasah Desa Pante Lhong dan menjadi bagian dari proyek Aceh Relief Integrated Support in Emergency yang didukung oleh Tearfund Netherlands.

Program ini difokuskan untuk membantu pemulihan ekonomi dan kesehatan masyarakat pascabencana, dengan sasaran utama kepala keluarga yang terdampak langsung.

Melalui program tersebut, FH Indonesia bekerja sama dengan Bank Aceh Syariah Cabang Bireuen menyalurkan bantuan kepada total 1.612 penerima manfaat yang tersebar di tujuh desa terdampak di Kecamatan Peusangan.

Penyaluran bantuan telah dimulai sejak akhir Januari 2026 dan dilakukan secara bertahap. Di Desa Kapa, bantuan diberikan kepada 105 penerima, sementara di Desa Pante Pisang tercatat 196 penerima.

Desa Blang Panjoe menerima bantuan untuk 120 kepala keluarga, sedangkan Desa Raya Tambo menjangkau 224 penerima. Di Desa Tanjong Paya, bantuan disalurkan kepada 195 penerima, dan Desa Raya Dagang menjadi desa dengan jumlah penerima terbanyak, yakni 381 kepala keluarga.

Sementara itu, Desa Pante Lhong menerima bantuan untuk 314 penerima. Selain itu, terdapat 77 penerima tambahan yang dijadwalkan akan menerima bantuan pada minggu kedua Februari 2026.

Bupati Bireuen, H. Mukhlis ST, mengatakan program bantuan ini dilaksanakan melalui tahapan yang terencana, transparan, dan akuntabel. Menurutnya, bantuan non tunai tersebut tidak hanya meringankan beban ekonomi masyarakat, tetapi juga memberikan ruang bagi para penyintas untuk memenuhi kebutuhan dasar secara mandiri dan bermartabat.

Baca juga: PMI Bireuen Dukung Langkah Rehabilitasi Banjir Pemkab Bireuen

“Program ini dilaksanakan melalui tahapan yang terencana, transparan, dan akuntabel. Bantuan ini tidak hanya meringankan beban ekonomi, tetapi juga memberikan ruang bagi para penyintas untuk memenuhi kebutuhan dasar secara mandiri dan bermartabat,” ujar Bupati Mukhlis, Sabtu (7/1/206).

Proses penetapan penerima manfaat dilakukan melalui tiga tahap verifikasi yang ketat, termasuk kunjungan langsung dari rumah ke rumah. Langkah ini dilakukan untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan diterima oleh keluarga yang benar-benar membutuhkan.

Dalam pelaksanaannya, FH Indonesia juga memberikan perhatian khusus pada kelompok rentan. Penerima manfaat yang merupakan penyandang disabilitas atau memiliki anggota keluarga dengan disabilitas mendapatkan tambahan bantuan sebesar Rp250.000.

Direktur Nasional FH Indonesia, Effendy Arritonang, menyampaikan bantuan yang disalurkan diharapkan dapat sedikit meringankan beban masyarakat pascabencana.

“Bantuan ini tentu tidak dapat menggantikan segala hal yang hilang akibat bencana, namun kami berharap dapat sedikit meringankan beban masyarakat,” ujar Effendy.

Ia juga menyampaikan rencana FH Indonesia mendistribusikan 2.500 paket Hygiene Kits dan alat kebersihan komunal ke 50 dusun di Kecamatan Kuta Blang. Selain itu, promosi kesehatan akan dilakukan secara masif untuk menjangkau sekitar 10.000 individu guna memperkuat ketangguhan kesehatan masyarakat.

Previous articleTragedi di NTT Cermin Kegagalan Kolektif
Next articleBedah Buku Paya Nie, AWF Dorong Penetapan Taman Hayati

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here