
Komparatif.ID, Bireuen— Aceh Wetland Forum (AWF) menggelar kegiatan bedah buku berjudul Paya Nie di Kantor Badan Usaha Milik Bersama (Bumdesma) Kuta Blang, Kabupaten Bireuen, Sabtu (7/2/2026).
Kegiatan ini menjadi ruang diskusi tentang pentingnya pengelolaan lingkungan lahan basah sekaligus memperkenalkan gagasan pelestarian Paya Nie kepada masyarakat dan pemangku kepentingan setempat.
Direktur AWF, Yusmadi Yusuf, dalam sambutannya menyampaikan pihaknya tengah menjajaki kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Bireuen terkait upaya pelestarian Paya Nie.
Ia menjelaskan pada Desember 2025, AWF telah melaksanakan forum group discussion bersama dinas terkait sebagai langkah awal membangun kesepahaman.
Menurut Yusmadi, target yang ingin dicapai setelah rangkaian pertemuan tersebut adalah penetapan Paya Nie sebagai Taman Keanekaragaman Hayati melalui Peraturan Bupati.
Penulis buku Paya Nie, Ida Fitri, dalam pemaparannya menjelaskan keinginan menulis buku tersebut berangkat dari cerita para pendahulu. Ia menekankan lingkungan yang tidak dikelola dengan baik berpotensi menimbulkan kehancuran alam.
Baca juga: Ribuan Warga Peusangan Terima Bantuan Non Tunai
Ida juga menyinggung dampak Revolusi Industri di Inggris sekitar tahun 1760 yang menurutnya memicu eksploitasi alam secara besar-besaran. Eksploitasi tersebut dilakukan semata-mata untuk meraih keuntungan tanpa mempertimbangkan dampak lingkungan yang ditimbulkan.
Sementara itu, penanggap Richard Mareno yang juga menjabat sebagai Wakil III Dekan Fakultas Almuslim, menilai forum semacam ini penting, terutama bagi generasi muda.
Menurutnya, generasi Z perlu mendapatkan ruang pertemuan rutin agar memahami cara melestarikan lingkungan sehingga alam tetap bersahabat dengan manusia.
Imum Mukim Tgk Syik di Manyang, Kecamatan Kuta Blang, Sayed Fakhrurazi, mengatakam Paya Nie perlu diselamatkan karena masih memiliki lahan basah yang cukup luas dan berpotensi untuk dilestarikan.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya kegiatan mitigasi bencana yang dilakukan secara rutin agar masyarakat lebih sigap menghadapi berbagai ancaman.












