Komparatif.ID, Bireuen— Ketua PMI Bireuen, Edi Obama, mendukung penuh kebijakan Pemerintah Kabupaten Bireuen dalam penanganan dan pemulihan pascabanjir. Ia berharap seluruh langkah yang diambil dapat mempercepat pemulihan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat terdampak.
Hal itu ia sampaikan saat menemui Bupati Bireuen H. Mukhlis, S.T, di Pendopo Bupati, Kamis (5/2/2026) malam. Hadir di pertemuan tersebut Ketua DPRK Bireuen Juniadi serta Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Bireuen Fadli Abdullah.
“Kami mendukung penuh kebijakan Pemerintah Kabupaten Bireuen, dalam penanganan dan pemulihan pasca banjir, agar kehidupan masyarakat dapat kembali normal,” ungkap Edi Obama.
Pertemuan tersebut membahas sejumlah isu terkait perkembangan penanganan pascabencana banjir di Bireuen. Fokus pembahasan mengarah pada berbagai upaya pemulihan yang saat ini sedang dijalankan Pemkab Bireuen, terutama menyangkut kebutuhan dasar masyarakat terdampak.
Dalam pertemuan itu, Edi Obama menyampaikan berbagai harapan masyarakat korban banjir yang ditemuinya selama dua bulan terakhir. Ia mengaku telah berkunjung ke sejumlah desa terdampak banjir untuk menyerahkan bantuan, baik bantuan pribadi maupun bantuan yang disalurkan dari PMI Pusat.
Salah satu persoalan yang disampaikan Edi Obama adalah terkait program hunian sementara dan hunian tetap bagi korban banjir. Menurutnya, kejelasan terkait Huntara dan Huntap sangat dibutuhkan masyarakat sebagai bentuk kepastian agar dapat segera bangkit dan melanjutkan kehidupan secara normal.
Baca juga: Bupati Bireuen Pastikan Layanan Kesehatan Sudah Kembali Normal
Selain persoalan hunian, ia juga menyinggung pentingnya upaya pemulihan lainnya yang direncanakan di wilayah terdampak.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Mukhlis menjelaskan berdasarkan keinginan para korban yang lebih memilih hunian tetap, pemerintah memproses pembangunan Huntap secara langsung.
Pertimbangan tersebut diambil karena lokasi hunian sementara dinilai relatif jauh dari pemukiman warga dan dikhawatirkan dapat menyulitkan aktivitas sehari-hari masyarakat.
Bupati Mukhlis juga menyampaikan seluruh tahapan pemulihan pascabencana telah dikoordinasikan dengan lembaga terkait di tingkat pusat, termasuk Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Bencana Aceh dan Sumatera, BNPB, serta kementerian terkait.
Namun, adanya mekanisme validasi data dari pemerintah pusat membuat proses pembangunan hunian tetap masih terus berjalan dan menunggu instruksi lanjutan.
Bupati Mukhlis menambahkan, selain program Huntap mandiri yang dibangun di atas lahan milik warga oleh BNPB, terdapat pula program hunian tetap terpusat yang dibangun oleh Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman.
“Selain Huntap Mandiri yang berlokasi di lahan masing-masing dibangun oleh BNPB, juga ada Huntap terpusat yang dibangun oleh Kementerian Perumahan dan Kawasan Pemukiman,” ujarnya.













