Home Entertainment Pengusaha Berlian Asal Israel Ehud Arye Laniado Tewas Saat Operasi Pembesaran Kelamin

Pengusaha Berlian Asal Israel Ehud Arye Laniado Tewas Saat Operasi Pembesaran Kelamin

Pengusaha Berlian Asal Israel Ehud Arye Laniado Tewas Saat Operasi Pembesaran Kelamin
Ehud Arye Laniado. Foto: HO for Komparatif.ID.

Komparatif.ID, Paris– Pengusaha berlian asal Israel, Ehud Arye Laniado (65) tewas saat operasi pembesaran alat kelamin di salah satu klinik swasta di Paris.

Peristiwa ini terjadi pada 7 Maret 2019, dan diberitakan oleh Daily Mail.

Saat menjalani operasi pembesaran kelamin, pengusaha berlian asal Israel tersebut mengalami serangan jantung, sesaat setelah dokter menyuntikkan zat asing ke batang alat kelamin sang pria gaek.

Daily Mail menuliskan bahwa kematian Ehud Arye Laniado dikonfirmasi oleh perusahaannya Omega Diamons. Dalam rilisnya, perusahaan tersebut menyebutkan bila Ehud merupakan pengusaha yang visioner.

Selama hidupnya Ehud dikenal sebagai pria yang sangat menjaga penampilan. Ia digelari Si Argentina karena bentuk tubuhnya seperti penari Tango.

Dikutip dari Wiki Historica, Ehud merupakan pengusaha berlian kelahiran 1953. Ia dikenal sebagai salah satu penilai berlian terbaik. Selain itu dia juga memiliki skandal penggelapan pajak.

Ia mati seminggu sebelum dirinya diadili oleh Pengadilan Belgia atas kasus penggelapan pajak.

Ehud Arye Laniado lahir di Tel Aviv, Israel pada tahun 1954, dan ia bekerja sebagai tukang pijat sebelum mencari keberuntungan di Afrika dan mengembangkan bakatnya dalam menilai permata berharga.

Baca juga: Perahu Angkut Sound Horeg Bobot 1 Ton Terbalik Saat Nyadran di Sidoarjo

Ia mendirikan Omega Diamonds di Antwerp, Belgia, tempat ia menjadi warga negara; ia menjadi salah satu ahli internasional terbesar dalam menilai berlian mentah. Ia kemudian menjadi miliarder, membeli penthouse termahal di Monaco (senilai $39.400.000) dan sebuah rumah di Bel Air, California, tempat ia senang minum Chateau Margaux bersama para selebriti.

Pada 2014, ia menjual berlian termahal di dunia, Blue Moon of Josephine, kepada seorang pengusaha Hong Kong seharga $48,4 juta. Namun, ia selalu merasa tidak percaya diri dengan tinggi badannya yang pendek dan penampilannya, dijuluki “si Argentina” karena menyerupai penari tango; satu-satunya saat ia melupakan tinggi badannya adalah ketika ia meminta akuntannya membacakan laporan rekeningnya beberapa kali sehari untuk meyakinkannya.

Pada tahun 2013, ia mendapat masalah karena mengimpor berlian secara ilegal dari Kongo dan Angola, dan ia menghindari persidangan penggelapan pajak dengan membayar denda.

Ia kemudian dituduh berbohong tentang informasi kepada pihak berwenang Belgia dan dijadwalkan untuk diadili pada 14 Maret 2019, tetapi, pada 2 Maret 2019, ia meninggal dunia saat menjalani operasi pembesaran penis di klinik ahli bedah plastik di Paris, Prancis, pada usia 65 tahun.

Previous articleWabup Pidie Lantik 7 Keuchik, Pengelolaan Dana Desa Diminta Lebih Terbuka
Next articlePLB TransContinent Gorontalo Diproyeksikan Pangkas Biaya Logistik

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here