Home News Daerah Sampah Bertumpuk, Pengunjung Keluhkan Bau Tak Sedap di Pantai Pelangi Sigli

Sampah Bertumpuk, Pengunjung Keluhkan Bau Tak Sedap di Pantai Pelangi Sigli

Sampah Bertumpuk, Pengunjung Keluhkan Bau Tak Sedap di Pantai Pelangi Sigli
Tumpukan sampah terlihat meluber di pinggir jalan bercampur dengan aktivitas pedagang dan kendaraan yang lalu lalang di pantai Pelangi Sigli, Pidie. Foto: Harmadi.

Komparatif.ID, Sigli— Pengunjung serta pedagang di kawasan wisata Pantai Pelangi di Kecamatan Kota Sigli, Pidie, mengeluhkan bau tak sedap dari tumpukan sampah yang dibiarkan tergeletak.

Pantauan di lokasi pada Senin, (5/1/2026), sampah yang didominasi limbah plastik dan sisa makanan tampak meluap dari tong sampah berwarna biru. Sebagian sampah bahkan berserakan hingga ke area parkir kendaraan, sehingga menimbulkan kesan kumuh di kawasan yang kerap dikunjungi warga untuk berlibur dan bersantai.

Sejumlah pengunjung mengaku terganggu dengan kondisi tersebut. Nurdin, salah satu pengunjung Pantai Pelangi, menyayangkan tumpukan sampah yang menurutnya sudah cukup lama tidak diangkut.

Ia menilai kebersihan kawasan wisata seharusnya menjadi prioritas, terlebih pada akhir pekan saat jumlah pengunjung meningkat.

“Sudah lama sekali tidak diangkut. Harusnya lokasi wisata seperti ini diprioritaskan kebersihannya, apalagi kalau akhir pekan pengunjung sangat ramai,” ujarnya.

Nurdin juga menyebutkan aroma tidak sedap mulai tercium dari tumpukan sampah tersebut, sehingga mengurangi kenyamanan pengunjung yang datang bersama keluarga.

Keluhan serupa disampaikan oleh pedagang yang beraktivitas di sekitar Pantai Pelangi. Salah seorang penjual berharap pemerintah daerah melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pidie dapat lebih intens melakukan pengangkutan sampah.

Baca juga: Gubernur Kaltim Salurkan Bantuan dan Trauma Healing untuk Korban Banjir di Pidie Jaya

Ia menyebutkan volume sampah di kawasan tersebut cepat bertambah seiring banyaknya pengunjung, sehingga idealnya sampah diangkut setidaknya dua kali dalam sehari agar tidak mengganggu pengunjung yang duduk atau beraktivitas di sekitar lokasi.

Penjelasan DLH Pidie

Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pidie, Firman Maulana, membantah anggapan bahwa sampah di kawasan Pantai Pelangi telah mengendap hingga satu minggu.

Ia menegaskan tidak mungkin sampah dibiarkan selama itu tanpa pengangkutan.

Menurutnya, pada hari tersebut kemungkinan armada pengangkut sampah belum melintasi kawasan Pantai Pelangi pada sore hari, namun begitu armada melewati jalur tersebut, petugas akan langsung melakukan pengambilan sampah.

Firman menjelaskan mekanisme pengangkutan sampah di wilayah Pantai Pelangi dilakukan secara berkala setiap dua hari sekali.

Ia juga mengakui adanya perbedaan jenis armada yang digunakan untuk beberapa titik. Untuk lokasi di pinggir jalan utama biasanya digunakan mobil dump, sementara untuk area yang masuk ke dalam kawasan seperti jalan Pantai Pelangi digunakan mobil L300.

Ia menyebutkan kemungkinan armada yang biasa masuk ke kawasan tersebut belum melintas pada hari itu.

“Petugas kami yang di pinggir jalan biasanya menggunakan mobil dump. Kalau masuk ke dalam seperti wilayah jalan Pantai Pelangi, biasanya menggunakan mobil L300. Kemungkinan hari ini armada tersebut belum lewat,” jelasnya.

Previous articleDulu Ditolak SBY, Demokrat Kini Dukung Kepala Daerah Dipilih DPRD
Next articleKeuchik Marwan: Saya Sepakat Percepatan Huntap di Bireuen

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here