
Komparatif.ID, Bireuen— Kapolda Aceh Irjen Marzuki Ali Basyah meminta seluruh pihak menyingkirkan seluruh ego sektoral dalam penanganan dampak banjir yang melanda sejumlah wilayah di Bireuen.
Menurutnya, ego sektoral hanya akan menjadi hambatan yang merugikan masyarakat terdampak. Karena itu, seluruh pihak diminta mengedepankan sinergi dan koordinasi agar percepatan pemulihan infrastruktur dan aktivitas warga dapat segera terwujud.
“Ego sektoral kita singkirkan, sebab menjadi hambatan yang merugikan masyarakat,” kata Marzuki saat meninjau lokasi pembangunan Jembatan Bailey di Desa Meunasah Keutapang, Kecamatan Jeunieb, Kabupaten Bireuen, Kamis (19/02/2026).
Desa Meunasah Keutapang merupakan salah satu gampong yang terdampak banjir pada November 2025. Bencana tersebut menyebabkan jembatan penghubung antara Gampong Meunasah Keutapang dan Gampong Meunasah Tambo ambruk setelah diterjang arus deras.
Ia bersama Bupati Bireuen H. Mukhlis, ST, dan jajaran Polda Aceh melihat langsung kondisi lokasi yang direncanakan menjadi titik pembangunan Jembatan Bailey sebagai pengganti sementara jembatan yang ambruk.
Baca juga: DT Peduli Tanda Tangan Komitmen Pembangunan 45 Huntap untuk Warga Alue Kuta
Sebelumnya, tim dari Polda Aceh telah membongkar sisa bangunan jembatan yang rusak karena dinilai membahayakan masyarakat. Mabes Polri kemudian mengirimkan jembatan Bailey untuk mendukung pemulihan akses di wilayah tersebut.
Berdasarkan laporan di lapangan, pekerjaan pondasi dan bantalan jembatan saat ini masih berada pada tahap awal.
Kapolda Marzuki mengatakan Polri berkomitmen mendukung percepatan pembangunan infrastruktur, khususnya jembatan yang memiliki peran penting sebagai akses penghubung masyarakat.
Ia menilai keberadaan jembatan tersebut sangat dibutuhkan untuk menunjang kelancaran mobilitas warga serta mendukung aktivitas perekonomian pasca bencana.
Menurutnya, kerja sama lintas sektor menjadi kunci agar proses pembangunan dapat berjalan lancar, aman, dan sesuai rencana.
Pembangunan Jembatan Bailey ini diharapkan menjadi solusi sementara yang efektif dalam memulihkan akses transportasi masyarakat serta mendukung distribusi barang dan jasa di wilayah Kecamatan Jeunieb dan sekitarnya.












