
Komparatif.ID, Kuala Simpang— Dosen Universitas Samudra, Chairunnisak, M.Pd, dari Program Studi Pendidikan Profesi Guru Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di SMP Negeri 1 Manyak Payed, Kabupaten Aceh Tamiang, Sabtu (14/2/2026).
Kegiatan tersebut mengusung tema pemberdayaan guru dalam pemulihan psikososial dan pencegahan loss learning pada siswa terdampak banjir bandang melalui pemanfaatan teknologi gamifikasi edukatif.
Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap dunia pendidikan di wilayah terdampak bencana banjir bandang di Aceh Tamiang. Selain pendampingan, tim pengabdian juga menyerahkan bantuan berupa alat tulis untuk siswa kepada pihak sekolah sebagai dukungan terhadap keberlanjutan proses belajar pascabencana.
Dalam pelaksanaannya, panitia menghadirkan narasumber Tengku Marni Adriyah, M.Pd, Kepala Sekolah SMP Negeri 4 Seruway yang dikenal sebagai guru penggerak berprestasi hingga tingkat nasional.
Ia berbagi praktik baik pembelajaran inovatif serta pengalaman membangun sekolah tangguh pascabencana kepada para guru yang hadir.
Chairunnisak menjelaskan banjir bandang tidak hanya berdampak pada sarana dan prasarana sekolah di Aceh Tamiang, tetapi juga pada kondisi psikologis siswa dan guru. Situasi tersebut berpotensi memicu loss learning atau ketertinggalan pembelajaran.
Baca juga: Tim Pengabdian Unsam Ajak Siswa Manyak Payed Belajar Siaga Bencana Lewat Game
Karena itu, kegiatan pengabdian difokuskan pada penguatan peran guru dalam pemulihan psikososial siswa sekaligus pengenalan metode pembelajaran berbasis gamifikasi sebagai strategi adaptif pascabencana.
Ia menyampaikan guru memiliki peran kunci dalam proses pemulihan pendidikan setelah bencana. Melalui pemanfaatan teknologi gamifikasi edukatif, guru diharapkan mampu mengembangkan fleksibilitas metode mengajar secara kreatif.
“Guru memiliki peran kunci dalam proses pemulihan pendidikan pasca Bencana. Melalui pemanfaatan teknologi gamifikasi edukatif, guru diharapkan mampu secara kreatif mengembangkan flexibilitas metode mengajar . Pendekatan ini dapat membantu mengembalikan minat, antusiasme, serta motivasi belajar siswa yang sempat menurun akibat bencana,” ujarnya.
Pendekatan tersebut dinilai dapat membantu mengembalikan minat, antusiasme, serta motivasi belajar siswa yang sempat menurun akibat bencana.
Selain pendampingan kepada guru, kegiatan ini juga memberikan edukasi kepada warga sekolah mengenai pentingnya kesiapsiagaan pendidikan dalam menghadapi bencana.
Materi yang disampaikan meliputi respons psikososial dasar di kelas, pengelolaan pembelajaran pascabencana, serta pemanfaatan media digital interaktif untuk menciptakan suasana belajar yang lebih menyenangkan.
Pihak sekolah menyambut baik kegiatan tersebut dan menilai kehadiran dosen Universitas Samudra bersama narasumber memberikan dukungan moral bagi guru dan siswa. Mereka berharap kolaborasi dengan perguruan tinggi dapat terus berlanjut, terutama dalam penguatan kapasitas guru menghadapi situasi darurat.
Kegiatan pengabdian ini menjadi bagian dari komitmen Universitas Samudra dalam mendukung pemulihan pendidikan di daerah terdampak banjir bandang.
Melalui program tersebut, diharapkan guru dan siswa di SMP Negeri 1 Manyak Payed dapat kembali menjalankan proses belajar mengajar secara optimal serta meningkatkan kesiapsiagaan pendidikan di masa mendatang.












