Di Aceh, selain tokoh perjuangan Gerakan Aceh Merdeka (GAM), tokoh-tokoh agama juga masih sangat berperan dalam menggiring opini publik menentukan pilihannya dalam Pilkada.
Tidak hanya tokoh agama di Aceh, tokoh agama di luar Aceh pun juga masih sangat mempengaruhinya, seperti Ustad Abdul Somad (UAS).
Saya salut dan sangat mengapresiasi UAS yang jauh hari resmi menyatakan sikap netral dalam Pilkada Aceh 2024.
Sikap politik netral UAS itu dapat kita terjemahkan bahwa terserah kepada rakyat Aceh untuk memilih siapa calon pemimpinnya yang layak sesuai hati nuraninya masing-masing.
Artinya UAS secara tegas mengatakan tidak memihak kepada salah satu kandidat.
Dalam hal ini, saya melihat bahwa UAS sangat dewasa dalam berpolitik dan juga sangat memahami karakter rakyat. Ia tahu bahwa pernyataannya sebagai tokoh agama yang cukup dikenal secara nasional dan Internasional itu dapat mempengaruhi iklim politik di kalangan masyarakat Aceh.
UAS tidak ingin rakyat Aceh yang kental dengan nilai-nilai islami terpecah belah oleh sebab satu pernyataan politiknya.
Baca juga:Ā CCTV Rutan Salemba Mati Saat Murtala Ilyas Cs Kabur
Ini seharusnya patut dicontoh oleh tokoh-tokoh agama di Aceh.
Jika tokoh agama di Aceh bersatu dan bersikap sama seperti UAS yakni netral dalam pilkada, subhanallah Aceh yang dikenal dengan Serambi Mekkah akan terasa sangat sejuk dan damai.
Jadi, siapapun kandidat yang akan dipilih oleh rakyat secara demokrasi sepatutnya tokoh agama mendukungnya. Itulah pilihan rakyat, sehingga umat tidak terpecah belah gara-gara kepentingan politik sesaat.
Aceh tetap aman dan damai tanpa konflik kepentingan politik. Sehingga Aceh pun akan dapat dibangun bersama dengan penuh kemajuan sebagaimana diharapkan.
Saya berharap UAS tetap bijak, juga dapat bersikap netral alias tidak memihak untuk kandidat manapun dalam pilkada tingkat kabupaten/kota di seluruh Aceh. Itu merupakan suatu langkah yang sangat baik bagi semua pihak, karena UAS telah membawa suasana politik yang sejuk dan damai bagi rakyat Aceh.
Apalagi UAS sangat diterima oleh seluruh kalangan rakyat Aceh yang mayoritas muslim.
Siapapun yang terpilih menjadi pemimpin di Aceh ke depan, UAS akan tetap diterima sebagai keluarga rakyat Aceh.
UAS merupakan tokoh pemersatu umat, kapan saja bisa datang ke Aceh dengan suasana yang sejuk dan damai.












