
Komparatif.ID, Redelong— Kepala Pos Komando Wilayah Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Aceh, Dr. Safrizal ZA, mendampingi kunjungan kerja Ketua Satgas PRR Pasca-bencana Sumatra yang juga Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Dr. Tito Karnavian, ke Kabupaten Bener Meriah dan Aceh Tengah pada Senin, 20 April 2026.
Rombongan tiba di wilayah Tanoh Gayo pada siang hari melalui Bandara Rembele yang terletak di Kampung Bale Atu, Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah.
Setelah mendarat, rombongan yang turut didampingi Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, Bupati Bener Meriah Tagore Abubakar, serta sejumlah pejabat daerah lainnya langsung bergerak menuju jembatan bailey di dekat Batalyon 114/Satria Muara.
Jembatan tersebut dibangun di atas lokasi longsoran tanah yang terbentuk akibat hujan deras yang berlangsung selama sepekan pada November 2025. Sebelumnya, kawasan itu tidak memiliki aliran sungai, namun kini terbentuk aliran baru sehingga membutuhkan infrastruktur jembatan.
Dari lokasi tersebut, rombongan melanjutkan kunjungan ke hunian sementara (huntara) di Tunyang, Kecamatan Timang Gajah. Huntara yang dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum itu saat ini menampung 222 kepala keluarga penyintas banjir dan tanah longsor.
Baca juga: Satgas PRR: Pemulihan Aceh Hampir Tuntas, Pengungsi Turun 99,9 Persen
Di hadapan ratusan warga, Tito Karnavian menyampaikan pemerintah terus berupaya memulihkan kondisi pascabencana melalui berbagai program rehabilitasi dan rekonstruksi.
Dalam penjelasannya, pemerintah menyiapkan tiga skema pembangunan rumah bagi warga terdampak. Skema pertama memberikan kesempatan bagi warga untuk membangun rumah secara mandiri dengan bantuan dana sebesar Rp60 juta.
Skema kedua dilakukan melalui pembangunan langsung oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana dengan nilai anggaran yang sama.
Sementara skema ketiga diperuntukkan bagi warga yang tidak lagi memiliki lahan atau lahannya tidak layak, dengan opsi relokasi terpusat di atas tanah milik pemerintah atau lahan yang disediakan.
Di tengah kegiatan tersebut, Bupati Bener Meriah Tagore Abubakar menyampaikan secara langsung niatnya menghibahkan tanah miliknya di Mesidah untuk warga yang kehilangan kebun akibat bencana.
Secara terpisah, Safrizal menyampaikan pemerintah pusat terus berupaya mempercepat pemulihan wilayah terdampak bencana hidrometeorologi di Sumatra.
Ia menjelaskan rencana rehabilitasi dan rekonstruksi telah disusun dalam dokumen rencana induk yang melibatkan berbagai pihak. Pemerintah menargetkan proses pemulihan tersebut dapat diselesaikan dalam kurun waktu hingga tiga tahun dengan dukungan dan kolaborasi semua pihak.
“Mohon doanya dari seluruh rakyat, supaya setelah ini, pemerintah segera bisa melaksanakan tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi di Aceh. Butuh waktu hingga tiga tahun untuk menuntaskan seluruhnya. Mari kita bergandengan tangan, saling membantu dan saling berkolaborasi, “ Kata Safrizal.












