
Komparatif.ID, Banda Aceh— Universitas Georgetown menjajaki pengembangan kolaborasi riset di kawasan Asia Tenggara. Hal itu terungkap saat delegasi kampus asal ibukota Amerika Serikat mengungsi ICAIOS Aceh di Banda Aceh pada Selasa (10/2/2026).
Dalam pertemuan itu delegasi Universitas Georgetown, Scott Guggenheim, Ph.D. disambut oleh Direktur ICAIOS Aceh Reza Idria, Ph.D. beserta jajaran. Pertemuan tersebut juga dihadiri Direktur dan Wakil Direktur Pascasarjana Universitas Islam Negeri Ar-Raniry, Prof. Eka Srimulyani dan Prof. T. Zulfikar. Hadir pula Advisor EducationUSA Lilis Suadah serta Staf UPT Pusat Layanan Internasional (International Office) UIN Ar-Raniry, Suri Wahyuni.
Staf Pusat Layanan Internasional UIN Ar-Raniry, Suri Wahyuni, menyampaikan perwakilan Universitas Georgetown memberikan gambaran umum mengenai fokus pengembangan institusi, terutama pada bidang penelitian.
Menurutnya, Universitas Georgetown saat ini menaruh perhatian besar pada isu-isu global dan sosial. Sejumlah bidang yang menjadi perhatian antara lain penelitian terkait kemiskinan, penelitian mengenai konflik, serta keterkaitan antara isu kemiskinan dan konflik dalam konteks pembangunan, kebijakan publik, dan stabilitas sosial.
Baca juga: Mahasiswa UIN Ar-Raniry Bisa Ikut Program Student Exchange ke UNISSA Brunei
Fokus tersebut dinilai relevan dengan dinamika yang berkembang di berbagai negara, termasuk di kawasan Asia Tenggara.
Dalam kesempatan itu, pihak Universitas Georgetown juga menyampaikan ketertarikan untuk membangun kolaborasi riset lintas negara dengan institusi di Asia Tenggara.
Kolaborasi yang dimaksud mencakup pengembangan penelitian bersama, pertukaran pengetahuan, serta kemungkinan kerja sama akademik lainnya yang mendukung penguatan kapasitas riset.
Kunjungan ini menjadi langkah awal untuk menjajaki potensi kemitraan yang lebih konkret antara Georgetown dengan lembaga-lembaga di Aceh dan kawasan sekitarnya.












