Di rumah bekas banjir itu, beberapa orang mengaku melihat sosok makhluk gaib. Penampakan tersebut terjadi setelah rumah bekas banjir tersebut ditinggalkan pemiliknya.
Rumah berkonstruksi kayu tersebut porak-poranda dihantam banjir besar pada November tahun 2025. Menurut sahibul bait, pada malam 26 November tahun lalu, banjir menenggelamkan rumah itu hingga tersisa bagian atap saja.
Setelah banjir surut, pemiliknya pernah lima kali pulang. Sekadar mengambil barang yang masih bisa dibawa keluar. Ketebalan lumpur yang mencapai satu meter di dalam rumah, membuat tak banyak barang yang dapat diambil.
Dilihat dari luar rumah itu sudah miring. Sebagian dindingnya copot, dan tentu saja tak lagi layak dihuni oleh manusia. Rumah yang rusak, di dalam agama dilarang ditempati, kecuali tidak ada pilihan lain.
Menurut cerita, pemiliknya telah menyewa rumah lain. Masih di desa yang sama, masih di dusun yang sama, tapi jarak antar keduanya lumayan jauh.
Lama tidak dihuni dan ditinggalkan begitu saja, sepertinya rumah tersebut mulai ditempati bangsa dedemit. Segala hantu yang kehilangan lokasi mangkal akibat diterjang banjir, berkumpul di rumah tersebut.
Pada malam pertama Iduladha 1447, setelah Magrib berlalu. Seorang anak yang sedang duduk di kursi panjang di sebuah ruko di tepi jalan, tanpa sengaja melihat ke rumah kosong tersebut.
Dalam hitungan detik kemudian anak tersebut menjerit dan kemudian menangis sangat keras.
Ibu si anak yang sedang menonton televisi terkejut dan segera berlari ke arah anaknya yang terlihat sangat ketakutan.
“Ada seseorang yang berdiri di samping rumah itu, memanggil saya. Tangannya melambai-lambai ke arah saya. Rambutnya panjang, “ cerita si anak setelah tangisnya reda.
Si ibu menatap ke arah rumah bekas banjir itu. Bulu kuduknya bergidik, meski tak terlihat makhluk astral di sana.
Baca: Bercinta dengan kuntilanak
Dua malam setelah kejadian itu, seorang warga yang melintas di tengah malam, tanpa sengaja melihat ke arah rumah tersebut. Dia melihat seorang perempuan berdiri di pintu yang terbuka. Dia mengira perempuan tersebut pemilik rumah.
Tiga hari kemudian dia bertemu dengan pemilik rumah. Dia sangat terkejut ketika pemilik rumah bekas banjir itu mengaku sudah lama tak pernah ke sana, apalagi malam hari.
Pemilik rumah tersebut pada kesempatan berbeda pernah bercerita bahwa tanah di tempat rumahnya dibangun, sejak dulu tidak netral. Tapi sebelum banjir, berpuluh tahun mereka di situ, tak pernah diganggu makhluk halus. Bahkan tak sekalipun menampakkan diri.
Lalu mengapa akhir-akhir ini makhluk halus mulai menampakan diri di rumah itu? Adakah karena sudah berbulan-bulan dibiarkan kosong? Ataukah ada seseorang yang tertimbun lumpur di dalam rumah?
Pemilik rumah tak berani berandai-andai. Tapi ia sudah tak akan lagi pulang ke rumah itu. Dia memilih pindah, konon lagi pemerintah telah memasukkan namanya sebagai salah satu penerima rumah bantuan, karena rumah kayu miliknya berstatus rusak berat.
“Akan dibangun baru di tempat lain, di luar zona bencana, “ katanya menutup kisah tentang makhluk gaib di rumah yang pernah ia tempati puluhan tahun.
Satu minggu lalu, seorang pemilik rumah di dekat lokasi rumah bekas banjir, dikejutkan oleh sosok perempuan yang berdiri di dekat kandang ayamnya di belakang rumah. Saat itu pukul 03.00 WIB. Sosok itu seperti tak asing di matanya, tapi ia tak ingat siapa namanya.
Catatan: Tempat kejadian tidak ditulis spesifik untuk menjaga nilai objek, dan menjaga perasaan banyak pihak.













