Home News Daerah Dr. Abd. Razak Kembali Pimpin PW Nahdlatul Wathan Aceh

Dr. Abd. Razak Kembali Pimpin PW Nahdlatul Wathan Aceh

Dr. Abd. Razak Kembali Pimpin PW Nahdlatul Wathan Aceh ) Aceh. Foto: HO for Komparatif.ID.
Dr. Abd. Razak, Lc., M.A. terpilih kembali sebagai Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Wathan (PWNW) Aceh.

Komparatif.ID, Banda Aceh— Dr. Abd. Razak, Lc., M.A. resmi terpilih kembali sebagai Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Wathan (PWNW) Aceh dalam forum musyawarah yang digelar pada Kamis (12/2/2026).

Terpilihnya kembali Dr. Abd. Razak dinilai bukan sekadar perpanjangan masa bakti kepemimpinan, melainkan bentuk peneguhan kepercayaan kolektif terhadap kesinambungan visi dan arah gerak organisasi.

Dalam sambutannya usai terpilih, Dr. Abd. Razak menegaskan kepemimpinan merupakan amanah khidmat, bukan sekadar simbol kehormatan. Ia menekankan pentingnya menjadikan Wahdfat dan Wanshur sebagai napas perjuangan organisasi.

Menurutnya, nilai-nilai yang diwariskan para ulama harus terus dilestarikan, sekaligus disiarkan melalui dakwah yang penuh hikmah dan memberi manfaat luas bagi umat.

Ia juga mengajak seluruh jajaran pengurus untuk memperkuat konsolidasi internal dan memperluas kerja-kerja sosial keagamaan hingga menjangkau seluruh pelosok Aceh.

Baca juga: Tuan Guru Bajang: Tidur di Masjid Dibolehkan Dalam Islam

Sekretaris Wilayah PWNW Aceh, Tgk. Faisal Kuba, menyampaikan momentum musyawarah ini menjadi titik tolak penguatan langkah organisasi ke depan. Ia menyebut bahwa peneguhan kepemimpinan sekaligus menjadi pembaruan niat kolektif seluruh pengurus dan kader.

Menurutnya, Wahdfat mencerminkan kesetiaan pada akar perjuangan, sementara Wanshur merupakan keberanian dalam merespons perkembangan zaman.

Ia menambahkan Nahdlatul Wathan harus terus hadir sebagai rumah besar dakwah yang meneduhkan, mencerdaskan, dan menyatukan masyarakat.

Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Wathan (PBNW), Dr. TGKH. Zainuddin Atsani, Lc., M.Pd., yang turut hadir menilai soliditas PWNW Aceh sebagai modal penting dalam menjalankan program-program organisasi ke depan.

Cucu pendiri NW itu mengatakan Aceh memiliki posisi strategis dalam khazanah keislaman Nusantara sehingga peran Nahdlatul Wathan sangat penting sebagai simpul persatuan dan penjaga nilai.

Ia menegaskan bahwa Wahdfat dan Wanshur bukan hanya semboyan organisasi, melainkan pedoman dalam membangun peradaban yang berakar pada nilai keislaman.

Lebih lanjut, ia mengingatkan pentingnya menjaga harmoni di tengah masyarakat, memperkuat kaderisasi, serta menghadirkan program nyata yang menyentuh kebutuhan umat.

Menurutnya, ukuran kebesaran organisasi tidak terletak pada struktur yang dimiliki, tetapi pada sejauh mana manfaatnya dirasakan oleh masyarakat luas.

Previous articleSetiap Desa di Aceh Tengah Dapat Rp25-30 Juta Uang Daging Meugang dari Presiden
Next articleUniversitas Georgetown Jajaki Kolaborasi Riset di Asia Tenggara

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here