Home News Daerah 2 Bulan Pascabanjir, Puluhan Siswa SD Negeri 2 Lokop Masih Belajar di...

2 Bulan Pascabanjir, Puluhan Siswa SD Negeri 2 Lokop Masih Belajar di Tenda Darurat

2 Bulan Pasca Banjir, Puluhan Siswa SD Negeri 2 Lokop Masih Belajar di Tenda Darurat
Siswa SD Negeri 2 Lokop, Kecamatan Serbajadi, Aceh Timur belajar di tenda darurat dengan peralatan seadanya. Foto: Komparatif.ID/Marzuki.

Komparatif.ID, Aceh Timur– Hingga dua bulanpasca banjir, puluhan siswa SD Negeri 2 Lokop, Kecamatan Serbajadi, Aceh Timur masih harus menjalani proses belajar mengajar di sekolah tenda darurat.

Sebanyak 82 siswa di SD Negeri 2 Lokop yang terdampak banjir masih belajar di tenda darurat sejak 5 Desember 2025 lalu. Ruang kelas permanen mereka belum dapat digunakan karena kerusakan pada bangunan dan peralatan sekolah yang hingga saat ini belum ada kejelasan status relokasi bangunan sekolah.

Sekolah tenda yang awalnya didirikan sebagai solusi sementara, namun hingga kini masih digunakan. Di tengah terik matahari dan ancaman hujan susulan, anak-anak tetap berusaha mengikuti pelajaran dengan sarana yang sangat terbatas.

“Anak-anak tetap semangat belajar, meski kondisinya jauh dari layak”. Sudah dua bulan lebih, tapi sekolah permanen belum ada kejelasan,” ujar Risma, salah satu orang tua siswa, Senin (9/2/2026).

Baca juga: Sekolah di Aceh Batasi Penggunaan HP, Berlaku Untuk Siswa, Guru, Hingga Tendik

Lebih lanjut, dirinya menilai pemulihan fasilitas pendidikan berjalan lambat dan belum menyentuh kebutuhan mendasar bagi anak-anak korban bencana. Sekolah tenda sejatinya berperan penting dalam menjaga keberlangsungan pendidikan darurat.

Namun, penggunaan yang terlalu lama dikhawatirkan dapat memengaruhi kualitas pembelajaran dan kondisi psikologis anak-anak.

Perwakilan masyarakat lainnya Robert (45) berharap pemerintah daerah dan instansi terkait dapat mempercepat proses rehabilitasi dan rekosntruksi sekolah yang terdampak banjir, serta memastikan ketersediaan fasilitas pendidikan yang layak dan aman bagi peserta didik.

“Pendidikan anak-anak tidak boleh terlalu lama dikorbankan oleh kondisi darurat. Sekolah tenda seharusnya hanya solusi jangka pendek,” tambahnya.

Masih menurut Robert, selain SD Negeri 2 Lokop. Sejumlah sekolah lainnya di Kecamatan Serbajadi yang terdampak banjir sangat memerlukan ketersediaan mobiler dalam mendukung proses belajar mengajar.

Warga dan tenaga pendidik masih menanti langkah konkret dan kepastian waktu pemulihan sekolah permanen agar anak-anak dapat kembali belajar secara normal dan bermartabat.

Previous articleUsai Kunjungan Presiden, Infrastruktur Rusak di Bireuen Mulai Dibangun Kembali
Next articleBurung Gagak, Guru Pertama Manusia untuk Penguburan Jenazah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here