Home News Daerah Usai Kunjungan Presiden, Infrastruktur Rusak di Bireuen Mulai Dibangun Kembali

Usai Kunjungan Presiden, Infrastruktur Rusak di Bireuen Mulai Dibangun Kembali

Usai Kunjungan Presiden, Infrastruktur Rusak di Bireuen Mulai Dibangun Kembali
Bupati Bireuen, H. Mukhlis, S.T, saat mendampingi Presiden Prabowo Subianto meninjau penanganan banjir di Teupin Mane, Kecamatan Juli, Bireuen, pada Minggu, 7 Desember 2025. Foto: HO for Komparatif.ID.

Komparatif.ID, Bireuen— Bupati Bireuen, H. Mukhlis, S.T, menyampaikan ucapan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto. Ia menyebut usai kunjungan Presiden pada 7 Desember 2025 lalu, infrastruktur rusak di Bireuen akibat banjir mulai dibangun secara bertahap.

“Alhamdulillah, setelah kedatangan Pak Presiden ke Bireuen, satu persatu persoalan tersebut mulai dibenahi,” terang Bupati Mukhlis kepada awak terkait perkembangan penanganan pasca-bencana banjir dan tanah longsor, Senin (9/2/2026).

Bupati Mukhlis menjelaskan sejumlah infrastruktur penting terdampak, termasuk belasan jembatan rangka baja dan jembatan gantung yang berada di sepanjang aliran Krueng Peusangan rusak akibat banjir dan longsor.

Setelah pembangunan jembatan bailey di sejumlah titik seperti Teupin Mane dan Kutablang, kini Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum mulai membangun jembatan permanen di lokasi yang sama.

Mukhlis menjelaskan, di Teupin Mane dan Kutablang akan dibangun jembatan duplikasi yang berdampingan dengan jembatan bailey. Menurutnya, pembangunan tersebut akan sangat membantu mobilitas masyarakat Aceh dalam jangka panjang. Ia menyebut, pembangunan jembatan permanen itu merupakan perintah langsung Presiden kepada Kementerian PU.

“Di lokasi jembatan di Teupin Mane dan Kutablang, akan dibangun jembatan duplikasi. Ini sangat membantu rakyat Aceh nantinya. Ini perintah langsung Presiden kepada Kementerian PU,” kata Bupati Mukhlis.

Baca juga: Di Depan Wagub, Para Keuchik Sampaikan Korban Bencana di Bireuen Tak Butuh Huntara

Selain itu, kerusakan juga terjadi pada badan jalan, kawasan permukiman, serta lahan milik masyarakat seperti sawah, tambak, dan perkebunan. Kerusakan tersebut kini mulai direhabilitasi secara tepat dan terukur.

Dalam penanganan korban bencana, Bupati Mukhlis menegaskan Pemerintah Pusat memastikan tidak ada warga terdampak yang kekurangan logistik pangan maupun kebutuhan dasar lainnya. Melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), penanganan darurat dan masa transisi terus dilakukan secara berkelanjutan.

Bupati Mukhlis menilai komitmen Presiden dalam penanganan bencana di Bireuen sangat kuat dan serius. Sebagai kepala daerah, ia mengatakan terus bekerja menyiapkan data yang diperlukan untuk mendukung tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi.

Ia juga mengapresiasi kerja keras satgas nasional yang kerap turun langsung ke daerah untuk memastikan percepatan penanganan.

Selain itu, Mukhlis menyampaikan terima kasih kepada TNI, Polri, aparatur sipil negara, partai politik, lembaga swadaya masyarakat, relawan, perguruan tinggi, wartawan, serta seluruh elemen masyarakat yang telah bersatu membantu korban bencana hidrometeorologi di Bireuen.

Ia juga menyampaikan perkembangan terbaru terkait pengungsi. Saat ini, jumlah pengungsi yang masih bertahan di tenda pengungsian umum tersisa sekitar 359 kepala keluarga.

Sementara itu, penerima Dana Tunggu Hunian telah mencapai lebih dari 1.000 kepala keluarga.

Previous articleSekolah di Aceh Batasi Penggunaan HP, Berlaku Untuk Siswa, Guru, Hingga Tendik
Next article2 Bulan Pascabanjir, Puluhan Siswa SD Negeri 2 Lokop Masih Belajar di Tenda Darurat

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here