Komparatif.ID, Kuala Simpang– Jembatan Gantung Perintis Garuda yang membentang di atas Sungai Tamiang kini menjadi akses penting bagi masyarakat di Kecamatan Sekerak, Kabupaten Aceh Tamiang.
Jembatan sepanjang 240 meter tersebut menghubungkan Desa Bandar Mahligai dan Desa Sekerak Kiri yang selama puluhan tahun mengalami keterbatasan transportasi.
Jembatan itu dibangun sebagai respons cepat terhadap dampak bencana hidrometeorologi yang melanda Aceh pada November 2025. Pembangunannya diselesaikan dalam waktu tiga bulan oleh prajurit TNI gabungan.
Sebelum jembatan dibangun, warga harus menyeberangi Sungai Tamiang menggunakan perahu kayu atau memutar perjalanan darat melalui Karang Baru dan Sungai Liput. Waktu tempuh yang sebelumnya mencapai satu hingga dua jam kini dapat dipangkas menjadi sekitar lima menit.
Komandan Korem 011/Lilawangsa Kolonel Inf Ali Imran mengatakan pembangunan jembatan tersebut merupakan jawaban atas kebutuhan mendesak masyarakat pascabencana.
“Jembatan ini sudah puluhan tahun tidak ada akses. Atas permintaan masyarakat pascabanjir Aceh, akhirnya kita bangun. Panjangnya 240 meter dan menjadi jembatan gantung terpanjang di Indonesia,” ujar Ali Imran saat meninjau lokasi, Rabu (20/5/2026).
Baca juga: Safrizal Minta Pelepasan 3 HGU Untuk Huntap di Aceh Tamiang Dipercepat
Ia menjelaskan, jembatan selebar 1,2 meter itu memiliki kapasitas beban hingga 400 kilogram dan dibangun untuk mempercepat mobilitas masyarakat di dua desa yang selama ini dipisahkan oleh aliran Sungai Tamiang.
Selain menjadi akses utama bagi aktivitas ekonomi dan pendidikan masyarakat, Jembatan Gantung Perintis Garuda juga mulai menarik perhatian warga sebagai lokasi wisata baru di Aceh Tamiang. Panorama alam di kawasan Sekerak serta arsitektur jembatan membuat banyak warga datang untuk berswafoto dan menikmati suasana di sekitar sungai.
Kehadiran jembatan tersebut juga dirasakan langsung manfaatnya oleh para pelajar. Seorang siswi di kawasan itu mengaku kini lebih mudah pergi ke sekolah tanpa harus menggunakan perahu seperti sebelumnya.
“Kalau pergi sekolah sekarang lebih mudah, tidak perlu naik boat lagi. Bisa langsung melintasi jembatan,” ujarnya.
Ia turut menyampaikan terima kasih kepada prajurit TNI dan pemerintah atas pembangunan jembatan tersebut.













