
Komparatif.ID, Tel Aviv— Raz Cohen, seorang prajurit cadangan di Unit Iron Dome, didakwa ke meja hijau, setelah didakwa terlibat membocorkan data tentang Iron Dome kapada spionase Iran.
Disitat dari The Jerussalem Post, 20 Maret 2026, yang mengangkat berita berjudul: Reservist in Iron Dome unit charged with providing information to Iranian officials, Raz Cohen dihadirkan ke meja hijau dengan dakwaaan melakukan pelanggaran keamanan dan diduga memberikan informasi terkait aktivitas Iron Dome.
Raz Cohen didakwa mengkhianati negaranya, karena tergiur dengan bayaran dari pihak Iran, dan dibayarkan dalam bentuk mata uang krypto.
Prajurit IDF tersebut ditangkap pada awal perang AS-Israel versus Iran. Dia telah diperiksa secara intensif oleh Lahav 433, bekerja sama dengan Shin Bet—Badan Keamanan Israel.
Baca: Dapat Lampu Hijau dari Iran, 2 Tanker Pertamina Bisa Melintas di Selat Hormuz?
Keterlibatan Lahav 433 dalam pemeriksaan terhadap Raz Cohen menunjukkan bahwa aksi spionase yang dilakukan oleh prajurit berusia 26 tahun tersebut sangat serius. Lahav 433 merupakan organisasi intelijen berbasis kepolisian. Lembaga penegak hukum tersebut sering diberi label sebagai FBI Israel.
Penahanan terhadap prajurit cadangan tersebut telah diperpanjang beberapa kali, dan Kantor Kejaksaan Distrik Yerusalem mengajukan dakwaan pada hari Jumat minggu lalu.
Dalam dakwaan tersebut menyatakan prajurit cadangan tersebut menjalin kontak dengan elemen-elemen Iran dan menyampaikan informasi sensitif yang terkait dengan operasi pertahanan udara Israel. Pihak berwenang, dalam teks yang diberikan, belum merinci cakupan penuh informasi yang diduga ditransfer atau jumlah pasti yang terlibat.
Raz Cohen Bukan yang Pertama
Raz bukanlah orang pertama yang bekerja sama dengan Iran dalam konteks menjual informasi pertahananan negaranya. Dalam beberapa kasus, prajurit Israel kerap tergoda dengan bayaran dari pihak intelijen Iran.
Pemerintah Israel telah beberapa kali memperingatkan bahwa aktivitas spionase Iran semakin kuat bermain di Israel. Mereka berhasil merekrut tentara aktif, mantan personel keamanan, dan lainnya demi misi pengumpulan informasi.
Dengan tawaran yang menggiurkan, agen-agen Iran sukses merekrut target di dalam negara tersebut.
Kasus sebelumnya melibatkan dua anggota prajurit cadangan lainnya.
Pada Januari 2025, dakwaan diajukan di Pengadilan Distrik Haifa terhadap anggota cadangan IDF Yuri Ilyaspov, 22 tahun, yang juga bertugas di unit baterai Iron Dome, dan temannya Georgy Andreev, 21 tahun, atas dugaan hubungan dengan agen Iran dan tindakan yang diduga mereka lakukan di Israel. Keduanya adalah teman masa kecil dan tinggal hanya beberapa ratus meter dari satu sama lain di Kiryat Yam.
Ilyaspov didakwa, di antara pelanggaran lainnya, dengan membantu musuh di masa perang, mengirimkan informasi kepada musuh, spionase berat, dan kontak dengan agen asing. Ia juga didakwa dengan perusakan properti, penghancuran bukti, pemalsuan, dan penggunaan dokumen palsu.
Andreev didakwa dengan kontak dengan agen asing, serta penghancuran bukti, pencurian, dan perusakan properti. Pengajuan dakwaan pada hari Jumat di Yerusalem menggarisbawahi fokus berkelanjutan otoritas Israel pada dugaan aktivitas spionase yang terkait dengan Iran yang melibatkan perekrutan lokal.












