
Komparatif.ID, Bireuen— PT Pos Indonesia (PosIND) Cabang Peudada mencairkan bantuan perabotan bagi 236 kepala keluarga korban banjir yang tersebar di 18 gampong dalam wilayah Kecamatan Peudada, Rabu (22/04/2026).
Branch Manager Pos IND Peudada, Ismadi, menjelaskan setiap kepala keluarga menerima bantuan sebesar delapan juta rupiah. Ia mengimbau masyarakat agar hadir sesuai jadwal yang telah ditetapkan dengan membawa KTP dan Kartu Keluarga asli beserta fotokopi.
Jika penerima berhalangan hadir, pencairan dapat diwakilkan oleh anggota keluarga yang tercantum dalam KK.
Ismadi menegaskan pencairan bantuan sosial memiliki batas waktu dari kementerian terkait. Apabila hingga batas waktu yang ditentukan bantuan tidak diambil oleh penerima yang berhak, maka dana tersebut harus dikembalikan.
Ia juga mengingatkan adanya sistem pemblokiran otomatis apabila melewati tenggat waktu, sehingga pihaknya tidak dapat lagi membuka akses pencairan.
“Jadwal sudah ditentukan. Kami khawatir jika warga tidak segera merespons hingga mendekati batas waktu, maka bantuan akan terblokir dan tidak bisa dicairkan lagi,” ujarnya.
Baca juga: Respons Masukan GeRAK, Pemkab Bireuen Siap Bentuk UP3
Adapun jadwal pencairan di antaranya untuk penerima Gampong Meunasah Pulo sebanyak 18 KK pada pukul 08.00 WIB, Gampong Cot Kruet 11 KK pukul 08.30 WIB, dan Gampong Blang Kubu 30 KK pukul 09.00 WIB.
Selanjutnya, Gampong Ara Bungong 40 KK pukul 10.00 WIB, Gampong Pulo Lawang 20 KK pukul 11.00 WIB, dan Gampong Seuneubok Paya 17 KK pukul 11.30 WIB.
Kemudian Gampong Paya 10 KK pukul 12.00 WIB, serta Gampong Jabet, Lawang, dan Meunasah Baroh masing-masing 4 KK pada pukul 14.00 WIB.
Pada waktu yang sama, Gampong Garot 10 KK dan Gampong Keude Alue Rheng 6 KK juga dijadwalkan pukul 14.00 WIB.
Berikutnya, Gampong Buket Paya dan Blang Bati masing-masing 4 KK pada pukul 14.30 WIB, serta Gampong Calok 15 KK pada pukul yang sama.
Untuk jadwal sore, Gampong Paya Timu dan Pulo Ara masing-masing 9 KK pada pukul 15.00 WIB, dan Gampong Neubok Naleung 42 KK pada pukul 15.30 WIB.
Salah seorang penerima manfaat, Evayanti, warga Dusun Kulam, Gampong Neubok Naleung, mengaku bersyukur atas bantuan yang diterimanya.
Evayanti, yang merupakan janda cerai hidup, mengatakan bantuan tersebut akan disimpan sementara di rekeningnya.
Menurutnya, bantuan itu baru akan digunakan setelah pembangunan rumah hunian tetap selesai. Rumahnya mengalami rusak berat akibat banjir yang terjadi pada 26 November 2025. Saat ini, ia bersama lima anaknya masih menumpang tinggal di rumah ibunya.
“Bantuan ini akan saya simpan dulu. Nanti kalau rumah sudah siap, baru saya beli perabotannya, karena sekarang belum ada tempat untuk menyimpan,” kata Evayanti.
Ia juga menyampaikan sebelumnya telah menerima bantuan jaminan hidup untuk periode Januari hingga Maret 2026 sebesar Rp4.050.000 pada Senin (6/4/2026) untuk tiga anggota keluarganya.












