
Komparatif.ID,Banda Aceh—Kementerian Pekerjaan Umum (KemenPU) pada tahun 2026 melaksanakan 16 proyek penanganan permanen pascabencana di wilayah tengah Aceh. proyek tersebut terdiri dari delapan jembatan dan delapan ruas jalan.
Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Aceh yang berada di bawah Ditjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum (KemenPU) dalam postingan di Instagram-nya @pu_jalan_aceh, Minggu, 7 Mei 2026, menerangkan pada tahun anggaran 2026, terdapat 16 lokasi penanganan pascabencana yang direncanakan selesai tahun ini.
16 lokasi penanganan pasbencana tersebut terletak di wilayah tengah Aceh. Pekerjaan yang dilaksanakan mencakup rehabilitasi dan rekonstruksi jalan dan jembatan, penanganan lereng, perlindungan tebing sungai, pekerjaan struktur, serta pekerjaan pendukung lainnya.
Penanganan yang dilakukan disesuaikan dengan kondisi kerusakan da kebutuhan masing-masing lokasi. Pada beberapa ruas, penanganan dilakukan pada beberapa titik kerusakan sesuai kondisi di lapangan.
Baca: Pemkab Bireuen Perpanjang Masa Transisi Pemulihan 90 Hari
Adapun 26 lokasi penanganan permanen di wilayah tengah Aceh yang ditargetkan selesai tahun ini oleh KemenPU yaitu: Jembatan Simamora II, Jembatan Krueng Pelang, ruas jalan Pameu-Genting Gerbang, ruas jalan Sp Uning-Uwaq, ruas jalan batas Aceh Tengah/Gayo Lues.
Kemudian jembatan Segene Balik, ruas jalan batas Aceh Tengah/Gayo Lues-Blangkejeren, ruas jalan Blangkejeren-batas Gayo Lues/Aceh Tenggara, jembatan Pantai Dona, jembatan Penanggalan, jembatan Lawe Mengkudu I, ruas jalan batas Gayo Lues/Aceh Tenggara-Kota Kutacane, jembatan Teupin Mane, ruas jalan Kota Bireuen-batas Bireuen/Bener Meriah, ruas jalan Bireuen/Bener Meriah-batas Bener Meriah/Aceh Tengah, dan jembatan Salah Sirong.












