
Komparatif.ID, Bireuen— Suasana Pasar Cureh di Geulanggang Gampong, Kecamatan Kota Juang, Bireuen, kembali dipadati warga yang datang dari berbagai gampong untuk menjual dan membeli kebutuhan sehari-hari, Rabu (10/12/2025).
Aktivitas di pasar induk itu terlihat mulai normal setelah sebelumnya terdampak banjir. Keramaian sudah tampak di hampir seluruh sudut pasar, termasuk area parkir sepeda motor yang kini memenuhi halaman depan pasar ikan.
Meski demikian, kondisi di lokasi penjualan ikan masih belum seramai biasanya. Petugas parkir, Mirza Ananda, warga Geulanggang Gampong, mengatakan aktivitas jual beli ikan belum menunjukkan peningkatan berarti.
Baca juga: Penyedia Jasa Transportasi Jangan Rusak Citra Aceh
Ia menyebut bahwa selama bertugas di area tersebut, pemasukan yang ia dapatkan hanya cukup untuk memenuhi setoran wajib. Mirza mengaku belum memperoleh hasil tambahan yang biasa ia harapkan untuk belanja kebutuhan dapur, meskipun tetap ada sedikit keuntungan yang membuatnya bertahan.
Sementara itu, Zulyani, pedagang barang kelontong di Pasar Cureh, menjelaskan dua hari sebelumnya pasar sempat ramai oleh warga yang kembali beraktivitas setelah banjir surut.
Namun, kondisi hari ini terlihat kembali sepi. Ia mengatakan meskipun harga sejumlah bahan pokok sudah kembali normal, daya beli masyarakat masih rendah. Menurutnya, pola belanja warga kini disesuaikan dengan kebutuhan paling mendesak, sekadar memastikan dapur tetap berasap.
Zulyani menyebutkan harga sejumlah komoditas yang ia jual saat ini, di antaranya cabai gayo Rp40.000 per kilogram, cabai hijau Rp50.000, tomat Medan Rp18.000 yang masuk melalui jalur Aceh Selatan–Meulaboh, bawang merah Rp40.000, dan bawang putih Rp35.000. Selain itu, bawang bombay dijual Rp40.000, telur ayam Rp65.000 per papan, minyak goreng satu liter Rp22.000, dan gula pasir Rp22.000.












