BREAKING

Opini

Masa Depan Newsroom di Era AI AI semakin pintar dan otonom. Tantangan media kini bukan sekadar mengatur penggunaannya, tetapi memastikan manusia tetap memegang kendali. — Tulisan Ramaa Sharma di Reuters Institute membicarakan sesuatu yang lebih besar daripada aturan memakai ChatGPT di ruang redaksi. Pertanyaan utamanya lebih tidak nyaman: ketika AI makin masuk ke jantung produksi berita, siapa yang sebenarnya memegang kendali atas jurnalisme? Sharma mewawancarai 20 pemimpin media, pakar, dan akademisi dari 13 negara. Polanya menarik. Makin jauh newsroom bereksperimen dengan AI, makin mereka sadar bahwa persoalan terberat bukan lagi memilih teknologi atau menentukan pekerjaan yang boleh diotomatisasi. Persoalannya bergeser ke kekuasaan, tanggung jawab, independensi, dan masa depan jurnalisme itu sendiri.
Opini

Anak Muda Ingin Berita Menyenangkan

Reuters Institute for the Study of Journalism di University of Oxford baru saja merilis laporan yang menganalisis satu dekade data tentang kebiasaan…

Tradisi Woe U Gampong Menjelang Hari Raya Idul Fitri Meugang: Cara Orang Aceh Merayakan Kemenangan Idulfitri. Uroe Raya Idulfitri dalam Duka Bencana Minyak dan Percaturan Perang Global Perspektif Realitas Pemuda Aceh Hari Ini Perang Dagang Teknologi dan Perebutan Dominasi AI Global
Opini

Minyak dan Percaturan Perang Global

Minyak bumi sejak awal abad ke-20 tidak pernah benar-benar menjadi komoditas biasa. Ia tumbuh dan menjelma menjadi pusat dari berbagai kepentingan global,…

Tradisi Woe U Gampong Menjelang Hari Raya Idul Fitri Meugang: Cara Orang Aceh Merayakan Kemenangan Idulfitri. Uroe Raya Idulfitri dalam Duka Bencana Minyak dan Percaturan Perang Global Perspektif Realitas Pemuda Aceh Hari Ini Perang Dagang Teknologi dan Perebutan Dominasi AI Global
Opini

Uroe Raya Idulfitri dalam Duka Bencana

Uroe Raya Idulfitri 1447 Hijriah yang jatuh pada Maret 2026 di Aceh datang dengan suasana yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Hari yang…