BREAKING
News

Seorang Ibu di Ngawi, Dwi Indriyani, Dibuang ke Griya Lansia oleh Anaknya

Dwi Indriyani dibuang anaknya
Proses penyerahan pembuangan Dwi Indriyani (66) oleh putranya, Naryo (kanan) (52) ke Griya Lansia Malang, Jawa Timur. Foto: Tangkapan layar.

Komparatif.ID, Ngawi—Seorang ibu di Ngawi bernama Dwi Indriyani (66), warga Desa Gemarang, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, dibuang anaknya ke sebuah griya lansia swasta.

Tanpa rasa malu, Naryo (52) warga Desa Randudongkat, Kecamatan Randudongkat, Kabupaten Pemalang, Jawa Timur, menyerahkan ibu kandungnya kepada Ketua Yayasan Griya Lansia Malang, Arief Camra, pada Selasa, 15 September 2026.

Dalam surat pernyataan terbuka yang ditandatangani oleh Naryo selaku anak kandung, pria tersebut membuat sebuah pernyataan yang cukup menyayat hati.

“Apabila ibu kandung saya meninggal dunia, proses pemakamannya saya serahkan ke Griya Lansia Malang, dan tidak perlu mengabari saya. Silahkan saja langsung dimakamkan.”

BACA: Dibunuh Bandit Ormas, Kontraktor Langkat Dibuang ke Laut Samalanga

Dalam surat itu dia juga menyatakan bahwa surat pernyataan tersebut boleh dipublikasikan secara terbuka di media sosial manapun. Dia menyatakan juga menandatangani serah terima tersebut tanpa paksaan dari manapun.

Beberapa saat sebelum proses serah terima itu berlangsung, Ketua Yayasan Griya Lansia Malang, Arief Camra, berkali-kali mengingatkan bahwa Griya Lansia sebenarnya bukan tempat pembuangan ibu kandung. Tapi tempat penitipan orang-orang terlantar.

Bahkan Arief menekankan tentang konsekuensi yang harus diterima Naryo bila mana proses itu terjadi. Tapi Naryo tetap pada keputusannya.

Hal yang menyayat hati, proses itu berlangsung di depan mata sang ibu, Dwi Indriyani, yang terbaring lemas di atas dipan di dalam sebuah kamar. Perempuan itu hanya bisa melihat dengan mulut terbuka.

Dan ketika Naryo memilih menandatangani surat pernyataan, sang ibu sempat memanggil-manggil nama Naryo dengan suara merintih. Tapi sang putra mengabaikannya.

Duka Dwi Indriyani Duka Langit Ngawi

Arief Camra menulis di linimasa Instagram-nya tentang peristiwa “pembuangan” seorang ibu di Ngawi oleh anak kandungnya sendiri.

Arief Camra menyampaikan bahwa Dwi Indriyani yang telah berusia 66 tahun terbaring tak berdaya ketika dijemput. Perempuan itu sedang menderita stroke.

Sebelum surat pernyataan ditandatangani oleh kedua belah pihak, Arief mengajukan pertanyaan beberapa kali, apakah proses tersebut dilanjutkan, atau dibatalkan?

Naryo diberitahu konsekuensi. Bila proses itu dilanjutkan, pria tersebut tidak diizinkan lagi bertemu dengan ibunya. Syarat ini berat, tapi dibuat supaya Naryo atau siapapun berpikir ulang. Arief berharap Naryo bersedia menimbang lebih jauh. Tapi pria itu telah membuat keputusan.

“Si anak tetap ingin menyerahkan ibundanya, atas nama kesibukan. Dan [dia] bersedia tidak ketemu ibundanya lagi,” kata Arief.

Begitu surat pernyataan itu dibubuhi tandatangan kedua belah pihak, Arief mengaku sangat berduka. Langit gelap bergelayut di atas bumi Ngawi. Seorang ibu di Ngawi dibuang oleh anaknya sendiri ke Griya Lansia.

Griya Lansia Malang atau griya lansia lainnya bukanlah tempat penitipan orang tua kandung. Tapi kalau memang si anak ingin membuang ibunya secara total, atas nama kemanusiaan pihak pengelola menerimanya. Tapi ada konsekuensi. Si anak secara total dilarang untuk menjenguknya lagi. Bahkan sampai meninggal dunia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *