
Komparatif.ID, Bireuen— Pengungsi terakhir korban banjir akhirnya meninggalkan tenda darurat di halaman Kantor Bupati Bireuen pada Minggu (5/4/2026) dini hari sekitar pukul 03.00 WIB.
Kepulangan mereka berlangsung secara sukarela usai adanya kesepakatan antara warga dan Pemerintah Kabupaten Bireuen terkait pemenuhan aspirasi yang selama ini disampaikan.
Proses pemulangan warga berlangsung setelah serangkaian komunikasi intensif yang difasilitasi oleh Ketua PMI Bireuen, Edi Saputra (Edi Obama). Sejak Sabtu malam hingga menjelang dini hari, ia terus berupaya menjembatani aspirasi warga dengan pemerintah daerah guna memastikan hak-hak korban bencana dapat terpenuhi.
Dalam proses tersebut, Pemerintah Kabupaten Bireuen memberikan kepastian terkait sejumlah tuntutan warga. Di antaranya adalah penyaluran Dana Tunggu Hunian (DTH), rencana pembangunan Hunian Tetap (Huntap) oleh Pemerintah Pusat, serta komitmen untuk melakukan pendataan ulang bagi warga yang sebelumnya berstatus Tidak Memenuhi Syarat (TMK).
“Perjuangan warga selama 25 hari di sini adalah bentuk harapan akan keadilan. Malam ini kita sepakat, aspirasi telah diterima dan tidak boleh ada lagi warga yang kedinginan di bawah tenda darurat. Sambil menunggu Huntap selesai dibangun, kami pastikan mereka menempati tempat bernaung yang lebih layak dan manusiawi,” ujar Edi Obama di sela-sela proses pemulangan.
Baca juga: Jadup Korban Banjir Bireuen Tahap I Mulai Cair 6 April, Total Rp22 Miliar
Kesepakatan tersebut disambut dengan rasa syukur oleh para pengungsi. Koordinator Korban Bencana Banjir, M. Amin, menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah dan pihak-pihak yang telah membantu memperjuangkan hak warga.
“Kami sangat berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Bireuen dan khususnya kepada Bapak Edi Obama. Kehadiran beliau sejak Sabtu malam memberikan ketenangan bagi kami. Beliau berhasil memfasilitasi aspirasi kami sehingga hak-hak kami terpenuhi, termasuk jaminan tempat bernaung yang layak. Ini adalah solusi yang sangat kami harapkan,” ujar M. Amin.
Hal senada juga disampaikan oleh Keuchik Kapa, Evendi. Ia menilai langkah yang diambil menunjukkan kehadiran nyata pemimpin di tengah masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan.
“Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Bireuen dan Bapak Edi Saputra. Beliau tidak hanya datang melihat, tetapi benar-benar mengawal hak warga dari malam sampai dini hari ini. Dengan terpenuhinya aspirasi ini, beban batin warga kami akhirnya terangkat dan mereka bisa pulang dengan tenang,” kata Evendi.
Setelah tercapainya kesepakatan, warga bersama tim PMI Bireuen secara bergotong royong membongkar tenda pengungsian yang selama ini menjadi tempat tinggal sementara mereka. Pembongkaran dilakukan sebagai bagian dari penutupan masa pengungsian di lokasi tersebut.












