Home News Daerah Satgas PRR Kembali Salurkan Bantuan dan Siapkan Solusi Air Bersih di Tamiang

Satgas PRR Kembali Salurkan Bantuan dan Siapkan Solusi Air Bersih di Tamiang

Satgas PRR Kembali Salurkan Bantuan dan Siapkan Solusi Air Bersih di Tamiang
Mendagri Tito Karnavian bersama Kasatgaswil Aceh dan juga Dirjen Bina Adwil Kemendagri Safrizal ZA saat penyerahan bantuan untuk korban bencana hidrometeorologi di Aceh Tamiang, Sabtu (4/3/2026). Foto: HO for Komparatif.ID.

Komparatif.ID, Kuala Simpang— Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatra kembali menyalurkan bantuan untuk korban bencana hidrometeorologi di Aceh Tamiang, Sabtu (4/3/2026).

Satgas PRR menyalurkan bantuan yang meliputi 1.000 paket peralatan dapur, 100 unit toren air, 400 paket sembako, serta 200 paket perlengkapan ibadah. Bantuan ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat sekaligus mendukung aktivitas sehari-hari warga yang terdampak.

Bantuan tersebut diserahkan langsung Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian yang juga menjabat sebagai Kepala Satgas PRR Pusat, didampingi Kasatgaswil Aceh, Safrizal ZA.

Tito mengatakan kehadiran pemerintah pusat di Aceh Tamiang bertujuan memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi serta mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi. Ia menyampaikan penanganan tidak hanya berfokus pada bantuan darurat, tetapi juga pembangunan infrastruktur jangka panjang.

“Kehadiran kami di Aceh Tamiang hari ini untuk memastikan bahwa negara hadir di tengah masyarakat. Sebagai Kepala Satgas PRR Pusat, saya ingin memastikan bantuan darurat dan perlengkapan ibadah tersalurkan, sembari kita membangun infrastruktur jangka panjang seperti sumur bor ini,” ujarnya.

Baca juga: Jadup Korban Banjir Bireuen Tahap I Mulai Cair 6 April, Total Rp22 Miliar

Sementara itu, Safrizal ZA menjelaskan 1.000 paket peralatan dapur yang disalurkan merupakan bagian dari Paket Hidup Dasar. Menurutnya, langkah ini diambil agar masyarakat memiliki kemandirian dalam memenuhi kebutuhan pangan di tengah situasi pascabencana.

Mantan Pj Gubernur Aceh itu juga menambahkan pembangunan sumur bor akan menjadi solusi permanen untuk mengatasi krisis air bersih dan persoalan sanitasi di wilayah terdampak.

Berdasarkan hasil peninjauan langsung, pemerintah berkomitmen untuk segera merealisasikan pembangunan tersebut di Desa Lubuk Sidup dan Desa Sekumur.

“Kita sudah melihat dan mendengar langsung aspirasi masyarakat. Bapak Menteri juga sudah menyampaikan bahwa pemerintah akan selalu hadir mengawal percepatan rehab rekon untuk masyarakat, khususnya untuk penyediaan air bersih kita akan langsung bangun sumur bor di lokasi,” kata Safrizal di sela-sela kunjungan.

Previous articleJadup Korban Banjir Bireuen Tahap I Mulai Cair 6 April, Total Rp22 Miliar
Next articleDijemput Edi Obama, Pengungsi Terakhir Tinggalkan Kantor Bupati Bireuen

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here