Belajar Digital Marketing dari Thailand

Thailand menjadi rujukan tentang dunia marketing digital. Konten iklan mereka sangat menarik. Itulah yang dibahas dalam stadium general yang digelar Prodi Magister KPI UIN Ar-Raniry, Banda Aceh. Foto: Ist.
Thailand menjadi rujukan tentang dunia marketing digital. Konten iklan mereka sangat menarik. Itulah yang dibahas dalam stadium general yang digelar Prodi Magister KPI UIN Ar-Raniry, Banda Aceh. Foto: Ist.

Iklan digital yang diproduksi oleh dunia advertising Thailand selalu menarik, unik, dan menginsiprasi. Tak jarang pula mengundang tawa karena jenaka. Bagaimana semua itu dikemas? Prodi Magister KPI UIN-Ar-Raniry menghadirkan pakarnya secara virtual.

Bertajuk “Trend in Digital Narketing & Advertising in Communication Studies”, Program Studi Pascasarjana Komunikasi Penyiaran Islam  UIN Ar-Raniry, Senin (29/8/2022) menggelar stadium general, dan mengundang Dr. Marissa Chantamas, Dean of Albert Laurence dari School of Communication Arts, Thailand. 

Melalui ruang virtual dan diikuti oleh 50 orang yang rerata masih berstatus mahasiswa, Dr. Marrisa menerangkan lima hal tentang dunia periklanan Thailand, yang membuat dunia marketing di negara tersebut sangat menarik.

Ada beberapa hal yang menjadi tren dalam dunia marketing di era digital saat ini, di antaranya yaitu; Storytelling (iklan yang dikemas dalam bentuk cerita), punya statement atau ciri khas, be disruptive and do the unthinkable (menjadi yang beda dan diluar kebiasaan), mengedepankan data dan pengetahuan, menggunakan Artificial Intelligent atau kecerdasan buatan, serta dikemas secara sederhana.

Marissa memberikan catatan penting,  bahwa membuat marketing di era digital harus mengikuti tren yang sedang digemari banyak orang secara global. Alat ukur minat itu dapat dilihat di media sosial.

Ciri khas media sosial yaitu segala sesuatunya menyenangkan. Oleh karena itu kreator konten harus memproduksi karya advertising yang menimbulkan kegembiraan, ringan, dan mudah dipahami. 

“Social Media is all about fun (Media sosial itu untuk hal-hal yang menyenangkan),” ujar Marissa. Jadi menurutnya dibutuhkan konten-konten yang menarik dan menyenangkan untuk melakukan pemasaran dan beriklan di media sosial. 

Hal lainnya yang tidak boleh dilupakan, iklan yang diproduksi tidak mengabaikan nilai moral dan kemanusiaan. 

Ketua Prodi S2 KPI Pascasarjana UIN Ar-Raniry Saiful Akmal, menyebutkan stadium general yang digelar merupakan program rutin. Pelaksanaanya setiap awal semester di hari perdana perkuliahan. 

Saiful berharap kegiatan itu menjadi awal dari eksistensi prodi S2 KPI di ASEAN, dengan mengadakan berbagai kegiatan berkelanjutan seperti webinar series, pertukaran dosen, kampus merdeka belajar hingga kolaborasi penulisan ilmiah dan pendampingan kualitas jurnal.

“Jika biasanya kita mulai dengan MoU maka kali ini kita mulai dengan realisasi kegiatan webinar series secara bergantian selama dua bulan sekali. 

Ke depan Kepala Prodi, Sekretaris Prodi  beserta dosen S2 KPI UIN Ar-Raniry akan mengisi webinar di Thailand dan Filipina secara bergantian. Selanjutnya juga akan mulai penjajakan pertukaran dosen, kampus merdeka belajar hingga kolaborasi penulisan ilmiah dan pendampingan kualitas jurnal,” ujar Saiful.

 

Artikel SebelumnyaTurunkan Angka Stunting, Aceh Utara Gandeng IDI
Artikel SelanjutnyaDemi Martabat Keluarga, Erick Thohir Adukan Faizal Assegaf
Muhajir Juli
Jurnalis bersertifikat Wartawan Utama Dewan Pers dan penulis buku biografi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here