Komparatif.ID, Jakarta— Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melemah pada awal perdagangan hari ini, Kamis (29/1/2026). Sejak pembukaan, tekanan jual langsung mendominasi pergerakan pasar saham domestik. Pada pukul 9.05 WIB, IHSG tercatat turun 478,13 poin atau setara dengan 5,75 persen ke level 7.842.
Data Bursa Efek Indonesia menunjukkan aktivitas perdagangan berlangsung cukup aktif di tengah tekanan pasar. Volume transaksi tercatat mencapai 5,15 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp5,14 triliun.
Sementara itu, frekuensi perdagangan mencapai 363.973 kali. Dari sisi pergerakan saham, hanya 61 saham yang berhasil menguat, sedangkan 586 saham melemah dan 46 saham tercatat tidak mengalami perubahan harga.
Baca juga: IHSG Terjun Bebas, Menkeu Purbaya: Akan rebound
Sejak awal perdagangan pagi, tekanan terhadap IHSG sudah terlihat signifikan. Pada pembukaan, indeks langsung terkoreksi 292,72 poin atau turun 3,52 persen ke level 8.027,82. Pelemahan yang terjadi di awal sesi ini mencerminkan kuatnya sentimen negatif yang membayangi pasar.
Melansir Bloomberg, BRI Danareksa Sekuritas dalam analisis perdagangannya menyebutkan IHSG diserbu aksi jual bersih investor asing atau net foreign sell dengan nilai jumbo mencapai Rp6,12 triliun.
Tekanan tersebut bahkan memicu terjadinya trading halt pertama pada 2026. Menurut BRI Danareksa Sekuritas, tekanan tajam ini dipicu oleh pengumuman terbaru dari MSCI yang menetapkan perlakuan sementara terhadap pasar Indonesia, termasuk pembekuan sejumlah perubahan dalam indeks review, seperti rebalancing yang semula dijadwalkan pada Februari 2026.













