
Komparatif. ID, Banda Aceh– KWh meter milik Munawar Liza Zainal yang dipasang di dekat pintu rumah di Desa Tanjong, Kecamatan, Ingin Jaya, Aceh Besar, digondol maling pada Selasa sore, 19 Mei 2026.
Angin muson yang berembus kencang pada Selasa sore membuat banyak warga Banda Aceh dan Aceh Besar, waspada di rumah masing-masing. Mereka harap-harap cemas, sembari berdoa embusan kencang angin muson yang dipicu oleh sistem tekanan rendah di Teluk Benggala, tidak merusak properti yang dimiliki.
Akibat dari embusan angin kencang tersebut, PLN menghentikan arus listrik sementara waktu. Pemadaman listrik di tengah hujan deras dan angin kencang, merupakan hal lazim di Aceh. Apalagi di kawasan Lambaro, pemadam listrik tanpa pemberitahuan sebelumnya, merupakan sesuatu yang sudah biasa.
Hal yang tak lazim yaitu, ketika angin kencang berembus dan listrik padam, pencuri ikut beraksi. Kali ini pencuri yang tidak diketahui jumlahnya itu, membongkar KWh meter milik PLN yang dipinjam pakaikan kepada Munawar Liza Zainal sebagai salah satu pelanggan arus listrik perusahaan negara tersebut.
Munawar Liza Zainal menceritakan bahwa pada saat pemadaman listrik, istrinya mendengar ada suara mencurigakan di luar kedai tempat mereka tinggal. Saat itu sang istri tidak menaruh perhatian, sebab kedai yang terletak di jalan Medan – Banda Aceh yang memang selalu sibuk, sering menghadirkan suara berisik.
Setelah Salat Magrib, lampu di rumah tetangga sudah menyala, di rumah mereka masih padam. Istri Munawar dan anak-anaknya kemudian mengecek ke depan kedai, ternyata KWh meter tidak ada lagi.
Awalnya mereka mengira diterbangkan angin kencang, setelah dicari memang tidak ada.
Istrinya kemudian melaporkan pencurian itu kepada Munawar. Mantan Wali Kota Sabang tersebut langsung melaporkan ke pihak kepolisian melalui nomor 110 dan ke PLN melalui nomor 123.
Munawar Liza Zainal yang dihubungi media ini, merasa sangat terkejut atas kejadian pencurian yang sudah marak di kawasan Banda Aceh dan Aceh Besar.
“Saya tidak menyangka, KWh meter bisa digondol maling, ini tidak Aceh sekali”, demikian disampaikan Munawar.
Dia juga menampik bahwa pencurian ini adalah bentuk teror kepada Munawar keluarganya.
“Kita jangan berprasangka terlalu jauh. Hal ini sudah kita laporkan kepada polisi, semoga pelaku bisa ditangkap, sehingga tidak terulang di tempat lain”, demikian tegasnya.
Menurut catatan, sudah terjadi beberapa kejadian di sepanjang jalan kereta api, kawasan Lambaro, seperti pencurian meteran air dan kabel gardu di Komplek Aceh Training Center (ATC).
Munawar mengingatkan, bahwa saat ini masyarakat sudah sangat waspada, dan yakin bahwa para pencuri itu akan segera berhadapan dengan hukum.












