Komparatif.ID, Bireuen- Sejumlah kecamatan di Kabupaten Bireuen dilanda angin kencang dan hujan deras pada Selasa malam, 19 Mei 2026. Kondisi tersebut terjadi di Kecamatan Jeunieb, Peudada, Juli, Jangka, dan Gandapura sejak pukul 19.51 WIB hingga sekitar pukul 22.19 WIB.
Setelah angin kencang terjadi, hujan turun di beberapa wilayah. Di Dusun Bate Timoh, Gampong Cot Tarom Baroh, Kecamatan Jeumpa, listrik sempat padam mulai pukul 19.30 WIB hingga kembali normal pada pukul 22.27 WIB. Kondisi serupa juga terjadi di kawasan Kilometer 10, Kecamatan Juli, yang mengalami hujan disertai pemadaman listrik.
Cuaca buruk kembali terjadi pada Rabu, 20 Mei 2026 sekitar pukul 11.52 WIB. Angin kencang disertai hujan kembali melanda sejumlah kawasan di Bireuen. Akibat kondisi tersebut, para wali murid diminta menjemput anak-anak mereka di Sekolah Sukma Bangsa Bireuen yang berada di Gampong Cot Keutapang, Kecamatan Jeumpa pada pukul 13.00 WIB.
Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Aceh pada 19 Mei 2026 telah mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk wilayah Kabupaten Bireuen. Dalam peringatan itu disebutkan sejumlah kecamatan berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang.
Baca juga: BMKG Surati Mualem, Aceh Diminta Siaga Hadapi Cuaca Ekstrem
Menindaklanjuti kondisi tersebut, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bireuen, Marwan, ST, MT, mengimbau masyarakat agar tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana yang dapat terjadi akibat cuaca ekstrem.
Ia mengingatkan warga untuk mewaspadai kemungkinan banjir, pohon tumbang, dan longsor. Masyarakat juga dianjurkan membersihkan saluran air di lingkungan rumah masing-masing agar tidak tersumbat sehingga dapat mengurangi risiko genangan maupun luapan air ke permukiman.
Selain itu, warga diminta menghindari berteduh di bawah pohon, baliho, maupun tiang listrik saat hujan disertai petir dan angin kencang terjadi. Aktivitas di luar rumah juga disarankan dikurangi apabila kondisi cuaca memburuk.
Khusus kepada para orang tua, BPBD meminta agar melakukan pengawasan terhadap anak-anak sejak pagi hingga sore hari agar tidak bermain di sungai, saluran air, maupun lokasi yang rawan banjir.
Sementara itu, pengguna jalan juga diimbau lebih berhati-hati saat berkendara, terutama pada malam hari dan ketika hujan lebat turun. Jika terjadi keadaan darurat kebencanaan, masyarakat diminta segera melaporkannya kepada aparatur desa atau petugas BPBD agar dapat segera ditangani.












