Home Politik Aceh dan 9 Provinsi Lainnya Berstatus Siaga Hujan Sangat Lebat

Aceh dan 9 Provinsi Lainnya Berstatus Siaga Hujan Sangat Lebat

Aceh dan 9 Provinsi Lainnya Berstatus Siaga Hujan Sangat Lebat
Ilustrasi. Foto: HO for Komparatif.ID.

Komparatif.ID, Banda Aceh— Provinsi Aceh diperkirakan akan dilanda hujan sangat deras pada 1 hingga 3 Mei 2026. Demikian diumumkan Badan Meteorologi, Klimatologi,dan Geofisika (BMKG), Kamis, 30 April 2026.

Dalam pengumumannya, BMKG menyebutkan Aceh, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Kalimantan Timur, Maluku, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan, berada dalam status siaga hujan lebat–sangat lebat.

BMKG mencatat sepanjang 27-29 April 2026, kejadian hujan dengan intensitas ringan hingga sangat lebat terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia.

Curah hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat terpantau di Sulawesi Selatan (118,4 mm/hari), Maluku (99,0 mm/hari), Bali (90,3 mm/hari), Gorontalo (81,2 mm/hari), Papua (76,8 mm/hari), Papua Barat (63,6 mm/hari), Kalimantan Tengah (57,7 mm/hari), Sulawesi Tenggara (57,5 mm/hari), Jawa Barat (57,2 mm/hari), dan Bengkulu (56,4 mm/hari).

Tingginya intensitas hujan dipengaruhi oleh aktivitas sejumlah gelombang atmosfer, seperti Rossby Ekuatorial, Kelvin, Mixed Rossby-Gravity (MRG) yang melintasi wilayah Indonesia.

Kemudian, Madden-Julian Oscillation (MJO) spesial yang aktif khususnya di wilayah barat Indonesia.

Pemanasan permukaan yang cukup hangat pada siang hari serta kelembapan udara yang masih cukup basah di lapisan bawah turut mendukung terbentuknya awan-awan konvektif yang berpotensi menimbulkan hujan.

Baca juga: BMKG Prediksi Banda Aceh 3 Hari ke Depan Diguyur Hujan Ringan

Di sisi lain, suhu maksimum harian yang relatif tinggi juga masih teramati di sejumlah wilayah, seperti di Sumatra Utara (36,6 Celcius), Aceh (36,6 C), Banten (32,6 C), dan sejumlah daerah lainnya.

Menguatnya Monsun Australia yang membawa udara relatif kering terdampak pada berkurangnya kelembapan sehingga penutupan awan pada pagi hingga siang hari cenderung rendah.

Dinamika Atmosfer Satu Pekan ke Depan

Monsoon Australia diperkirakan menguat beberapa hari ke depan membawa massa udara yang relatif kering dari wilayah Australia menuju Indonesia, sekaligus menjadi indikasi bahwa sejumlah daerah mulai beralih secara bertahap dari periode musim hujan menuju musim kemarau.

Pola peralihan musim ini ditandai dengan perbedaan suhu udara yang cukup signifikan antara pagi dan siang hari. Pada pagi hingga siang hari, proses konveksi yang tinggi akibat intensitas radiasi matahari akan memicu pembentukan hujan lokal pada sore hingga malam hari.

Fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO) berada di fase 2 (Indian Ocean), namun secara spasial diprediksi melewati wilayah sebagian Sumatra, Sulawesi, Maluku, Papua Barat, serta sebagian besar Pulau Jawa dan Laut Jawa.

Gelombang Kelvin diprakirakan berpropagasi ke arah timur diprediksi aktif di wilayah sebagian Sumatera Selatan, Lampung, Kalimantan, Sulawesi, Pulau Jawa, hingga Nusa Tenggara Timur, serta Laut Jawa dan Laut Flores.

Gelombang Rossby Ekuatorial diprediksi aktif di wilayah sebagian wilayah Aceh, Papua Barat Daya, Pulau Jawa, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi, Maluku, dan Maluku Utara. Fenomena atmosfer tersebut berpotensi mendukung pertumbuhan awan hujan di wilayah-wilayah tersebut.

Sirkulasi siklonik yang terbentuk di Samudera Pasifik Utara Maluku Utara, Selat Makassar, Samudera Hindia Barat Aceh, Samudera Hindia Barat Sumatera Barat membentuk daerah konvergensi dan konfluensi yang memanjang di perairan utara Maluku Utara, perairan barat Aceh, dan perairan barat Sumatera Barat.

Wilayah konvergensi lainnya terpantau di beberapa perairan Indonesia bagian barat, tengah, hingga timur, yang dapat meningkatkan potensi pembentukan awan hujan di sekitar sirkulasi siklonik dan di sepanjang daerah konvergensi atau konfluensi tersebut.

Aceh Berstatus Siaga Hujan Sangat Lebat

Untuk 1 hingga 3 Mei 2026, Aceh masuk siaga hujan lebat-sangat lebat. Pada periode 4 sampai 7 Mei 2026, cuaca Aceh didominasi oleh hujan ringan hingga hujan lebat.

BMKG memberikan imbauan, dalam menghadapi cuaca cerah disertai potensi cuaca ekstrem dalam beberapa waktu ke depan, masyarakat diimbau untuk menggunakan pelindung atau tabir surya, guna menghindari paparan langsung sinar matahari, serta menjaga kecukupan cairan tubuh.

“Terutama bagi yang beraktivitas di luar ruangan pada siang hari, supaya terhindar dari dehidrasi, kelelahan, dan dampak buruk lainnya,” tulis BMKG.

Masyarakat dan pemangku kepentingan supaya meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana hidrometeorologi. Pengendara kendaraan bermotor juga perlu waspada terhadap potensi hujan lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang, yang berpotensi mengganggu kelancaran perjalanan.

BMKG juga mengingatkan supaya kewaspadaan terhadap segala potensi bahaya harus ditingkatkan oleh seluruh kalangan, demi menghindari diri dari masalah dan musibah.

Previous articleProf. Melinda Dikukuhkan Sebagai Guru Besar USK
Next articleSyahrul Syamaun Mantan Wabup Aceh Timur Meninggal Dunia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here