Home Kesehatan Penanganan Tulang Rusuk Patah

Penanganan Tulang Rusuk Patah

tulang rusuk patah
Ilustrasi tulang rusuk patah.

Pengobatan awal untuk tulang rusuk patah adalah dengan pemberian obat pereda nyeri. Tujuannya adalah agar penderita tetap bisa bernapas, batuk, dan menggerakkan tubuh dengan lebih nyaman.

Tulang rusuk atau iga adalah bagian tubuh yang memiliki fungsi sebagai pelindung organ-organ vital dada, seperti jantung dan paru-paru. Struktur tulang ini sangat kuat, tetapi tetap bisa retak atau patah karena benturan keras di dada saat terjatuh atau mengalami kecelakaan. Pada kebanyakan kasus, tulang rusuk patah biasanya hanya berupa retakan dan dapat sembuh sendiri dalam waktu sekitar 6 minggu dengan perawatan di rumah.

Sebagai informasi, tulang rusuk atau iga merupakan tulang panjang yang melengkung dan membentuk rongga rusuk. Manusia, baik pria maupun wanita, memiliki 24 tulang rusuk (12 pasang). Fungsi utama tulang rusuk adalah melindungi jantung dan paru-paru, serta menjadi tempat melekatnya otot-otot pernapasan di area dada.

Tulang rusuk 1 hingga 3 adalah tulang yang paling sulit patah. Oleh karena itu, jika kedua tulang rusuk ini patah, hal itu menandakan bahwa trauma yang sangat signifikan telah terjadi. Sedangkan, tulang rusuk 4 sampai 10 biasanya paling rentan patah. Sementara itu, tulang rusuk 11 sampai 12 lebih mudah bergerak sehingga lebih sulit patah.

Gejala Tulang Rusuk Patah

Tulang rusuk patah dapat ditandai dengan munculnya nyeri di bagian dada, khususnya ketika menarik napas. Selain itu, tulang rusuk patah juga bisa menimbulkan beberapa gejala lainnya, seperti:

  • Bengkak atau nyeri di sekitar tulang rusuk
  • Bentuk dada jadi tidak simetris
  • Muncul memar di kulit area dada
  • Adanya sensasi atau suara “klik” ketika tulang rusuk bergerak
  • Gejala nyeri akibat tulang rusuk patah ini bisa makin parah atau memberat ketika dada disentuh, menarik napas dalam-dalam, batuk, atau memutar badan.

Pengobatan Tulang Rusuk Patah

Apabila tulang rusuk patah masih tergolong ringan, kondisi ini biasanya dapat sembuh dengan sendirinya. Namun, jika sudah tergolong parah dan disebabkan oleh cedera berat, tulang rusuk patah bisa menimbulkan masalah yang lebih serius dan harus segera ditangani oleh dokter.

Baca: Bahaya Minum Teh Saat Sahur

Dokter biasanya akan melakukan beberapa tes terlebih dahulu untuk mengetahui lokasi dan tingkat keparahan tulang rusuk patah dan kemungkinan adanya trauma perlukaan di tempat lain seperti jantung, paru-paru, tulang dada, tulang belikat, tulang selangka maupun organ didalam perut. Tes yang dilakukan oleh dokter meliputi foto Rontgen, CT scan dada bila diperlukan.  Setelah mendapatkan hasil tes tersebut, dokter akan memberikan beberapa perawatan untuk mengobati dan meringankan gejala yang timbul akibat tulang rusuk patah, seperti:

Memberikan obat-obatan

Pengobatan awal untuk tulang rusuk patah adalah dengan pemberian obat pereda nyeri. Tujuannya adalah agar penderita tetap bisa bernapas, batuk, dan menggerakkan tubuh dengan lebih nyaman.

Melakukan operasi

Meski dapat sembuh dengan sendirinya, ujung patahan tulang rusuk dapat menusuk organ dalam, dapat menyebabkan komplikasi berupa pneumothorax (penumpukan udara di rongga dada) dan hemothorax (penumpukan darah di rongga dada). Apabila hal itu terjadi, dokter akan melakukan operasi untuk menyambungkan tulang yang patah, melakukan pemasangan selang dada ataupun operasi pada paru-paru bila diperlukan.

Selain itu, operasi juga diperlukan bila ada tiga tulang rusuk atau lebih yang patah di dua tempat atau lebih. Kondisi yang disebut sebagai flail chest ini membuat dinding dada menjadi tidak stabil dan mengganggu pernapasan.

Komplikasi

Terdapat beberapa komplikasi yang bisa terjadi pada penderita fraktur iga, di antaranya adalah:

  • Gagal napas, gangguan pernapasan yang dapat disebabkan akibat terganggunya kerja paru dan jantung akibar fraktur iga.
  • Pneumotoraks, dinding dada sebagian besar terisi oleh udara.
  • Pneumonia, infeksi pada paru yang dapat terjadi bila fraktur menyebabkan kesulitan bernapas, sehingga terdapat penumpukan lendir atau dahak di paru-paru.
  • Hemotoraks, dinding dada sebagian besar terisi oleh darah.
  • Cedera pembuluh darah aorta, pembuluh darah besar ini berperan penting untuk membantu memompa darah ke seluruh tubuh. Bila terjadi cedera pada aorta dan tidak ditangani dengan baik, maka dapat menyebabkan kematian.
  • Atelektasis, kondisi di mana kantung di dalam paru mengempis dan tidak dapat terisi oleh udara.
  • Kerusakan pada organ perut, patahan tulang iga dapat melukai struktur perut yang berada dibawah dada seperti hati, dan limpa.

Ditulis oleh: dr.Darma Satria, M.Si.,M.Ked.Klin.,SpBTKV.,FIATCVS

Previous articleKisah Seru Melintasi Afghanistan Bersama Mitsubishi Pajero Dakar 4×4
Next articleEkonomi Biru: Menyelamatkan Laut Atau Sekadar Nama Baru Eksploitasi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here