
Komparatif.ID, Banda Aceh– drg. Supriady R, M.Kes resmi menakhodai Pengurus Wilayah Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Aceh periode 2025-2030 setelah dilantik di Anjong Mon Mata Pendopo Gubernur Aceh, Banda Aceh, Minggu (21/6/2026), dengan fokus memperkuat kompetensi dokter gigi dan memperluas layanan kesehatan gigi hingga ke pelosok daerah.
Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PB PDGI) mengukuhkan Pengurus Wilayah PDGI Aceh masa bakti 2025-2030 berdasarkan Surat Keputusan Nomor SKEP/039/PB PDGI/XI/2025 tertanggal 19 November 2025. Kepengurusan tersebut merupakan hasil Musyawarah Wilayah PDGI Aceh yang berlangsung pada 5 September 2025 di Aceh Tengah.
Dalam susunan kepengurusan baru, Supriady dipercaya sebagai Ketua Pengurus Wilayah PDGI Aceh. Posisi Sekretaris Umum dijabat drg. Wildan Yusuf. Kepengurusan tersebut juga diperkuat oleh drg. Pocut Aya Sofya, Sp.Pros sebagai Wakil Ketua I, drg. Anda Lusia sebagai Wakil Ketua II, drg. Maida Fitri, Sp.KG sebagai Wakil Sekretaris I, serta drg. Rizki Dumna sebagai Wakil Sekretaris II.
Baca juga: Kualitas Dokter Gigi Aceh Terbaik di Sumatra
Ketua Pengwil PDGI Aceh periode sebelumnya, drg. Maulida, Sp.KG, menyampaikan ucapan selamat kepada pengurus yang baru dilantik. Ia mengatakan PDGI merupakan organisasi yang dibangun oleh generasi-generasi terdahulu dengan semangat kebersamaan dan saling mendukung untuk menciptakan harmonisasi dalam tata kelola organisasi.
Menurutnya, Pengwil PDGI Aceh terus berkembang dari masa ke masa dan regenerasi kepemimpinan menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan organisasi. Tongkat estafet yang selama ini dijalankan diharapkan dapat diteruskan dengan lebih baik oleh kepengurusan baru.
Maulida berharap pengurus periode 2025-2030 dapat menjalankan amanah dengan sukses serta menjadikan PDGI sebagai organisasi yang berintegritas, terhormat, dan mampu menjadi mitra bagi berbagai kalangan. Ia mengingatkan pentingnya meluruskan niat dalam berorganisasi.
Mengutip perkataan Sufyan Al-Tsauri, Maulida menyampaikan bahwa tidak ada perkara yang lebih berat dijaga selain niat, karena niat senantiasa berbolak-balik di dalam diri manusia.
“Kepada pengurus baru yang telah dilantik hari ini, jagalah niat dan keikhlasan dalam perjalanan organisasi. Selamat bertugas, semoga sukses,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Pengwil PDGI Aceh periode 2025-2030, drg. Supriady R, M.Kes, menegaskan bahwa pelantikan tersebut bukan sekadar seremonial pergantian kepengurusan, melainkan amanah dan tanggung jawab untuk melanjutkan pengabdian kepada masyarakat, profesi, dan bangsa.
Menurutnya, tantangan kesehatan gigi dan mulut di Aceh masih membutuhkan kerja keras, kolaborasi, serta inovasi yang berkelanjutan. Karena itu, Pengwil PDGI Aceh berkomitmen membangun sinergi dengan pemerintah daerah, dinas kesehatan, rumah sakit, puskesmas, serta institusi pendidikan.
Supriady mengatakan pembangunan kesehatan, termasuk kesehatan gigi dan mulut, tidak dapat dilakukan secara sendiri-sendiri. Salah satu bentuk kolaborasi yang telah dilakukan adalah kegiatan bakti sosial dengan dukungan mobil dental unit milik Dinas Kesehatan Aceh. Ke depan, ia berharap Pengwil PDGI dan seluruh cabang di Aceh dapat memiliki fasilitas serupa untuk memperluas jangkauan pelayanan hingga ke daerah pelosok.
“Kami menyadari bahwa pembangunan kesehatan, termasuk kesehatan gigi dan mulut, tidak dapat dilakukan secara sendiri-sendiri. Oleh karena itu, kami berkomitmen untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah. Ke depan, kami berharap Pengurus Wilayah PDGI Aceh bersama seluruh cabang dapat memiliki mobil dental unit yang mampu memberikan pelayanan kesehatan gigi dan mulut hingga ke pelosok daerah,” ujarnya.
Pada periode kepengurusan 2025-2030, PDGI Aceh akan memprioritaskan peningkatan kompetensi dan profesionalisme melalui pendidikan berkelanjutan. Selain itu, organisasi tersebut juga akan mendukung program pemerintah di bidang kesehatan dan memperkuat kolaborasi lintas sektor serta lintas profesi.
Supriady juga mengungkapkan jumlah anggota PDGI Aceh yang tercatat dalam aplikasi e-sertifikasi mencapai sekitar 942 orang. Namun, anggota yang aktif tercatat sekitar 434 orang. Ia berharap para anggota dapat terus berpartisipasi aktif agar organisasi dapat berjalan dengan baik.
Ia mengajak seluruh pengurus cabang PDGI se-Aceh untuk menjadikan organisasi sebagai wadah pengembangan profesi, memperkuat solidaritas, serta meningkatkan pengabdian kepada masyarakat. Menurutnya, perbedaan pandangan harus menjadi kekuatan untuk melahirkan gagasan terbaik demi kemajuan profesi dan pelayanan kesehatan yang lebih baik.
Supriady berharap amanah yang diberikan kepada kepengurusan baru dapat dijalankan dengan sebaik-baiknya. Dengan semangat kebersamaan, profesionalisme, dan kolaborasi, ia optimistis PDGI Aceh dapat menjadi organisasi yang semakin kuat dan memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan derajat kesehatan masyarakat.
“Bersatu dalam profesionalisme, mengabdi untuk kesehatan gigi dan mulut masyarakat Aceh,” utupnya.












