Komparatif.ID, Jakarta– Perawatan kesehatan pada pria sering kali lebih banyak difokuskan pada kebugaran tubuh atau perawatan kulit. Padahal, kesehatan organ intim juga memerlukan perhatian, termasuk melalui kebiasaan sederhana yang dilakukan sebelum tidur pada malam hari.
Waktu tidur merupakan fase ketika tubuh melakukan proses pemulihan, termasuk menjaga keseimbangan hormon dan fungsi reproduksi. Karena itu, sejumlah kebiasaan sebelum tidur disebut dapat membantu menjaga kesehatan organ intim pria, mulai dari menjaga kebersihan hingga memastikan waktu istirahat yang cukup.
Tidur dengan Celana Dalam Longgar atau Tanpa Celana Dalam
Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah penggunaan celana dalam saat tidur. Menurut ahli urologi dari Institute for Men’s Health, Dr. Brian Steixner, tidur menggunakan celana dalam yang terlalu ketat dapat membuat area intim menjadi lebih panas dan lembap. Kondisi tersebut dinilai dapat meningkatkan risiko pertumbuhan bakteri maupun jamur.
Baca juga: RSUDZA Pastikan Pelayanan Kesehatan Tetap Optimal Usai Pergub JKA Berlaku
Selain itu, suhu di sekitar testis juga memiliki pengaruh terhadap kualitas sperma. Sebuah penelitian dari Harvard T.H. Chan School of Public Health yang melibatkan 656 pria menemukan bahwa peserta yang menggunakan celana dalam longgar, seperti boxer, memiliki konsentrasi sperma sekitar 25 persen lebih tinggi dibandingkan mereka yang terbiasa mengenakan celana dalam ketat.
Berdasarkan temuan tersebut, tidur tanpa celana dalam atau menggunakan boxer yang longgar dinilai dapat membantu menjaga suhu testis tetap lebih sejuk. Kondisi itu dianggap lebih mendukung kesehatan reproduksi dibandingkan penggunaan pakaian dalam yang terlalu ketat sepanjang malam.
Membersihkan Organ Intim Sebelum Tidur
Kebiasaan lain yang dianjurkan adalah membersihkan organ intim sebelum tidur. Penis disarankan dicuci menggunakan air mengalir untuk menghilangkan kotoran maupun sisa cairan yang menempel setelah beraktivitas sepanjang hari.
Penggunaan sabun dengan kandungan parfum atau antiseptik yang kuat sebaiknya dihindari karena dapat menyebabkan iritasi maupun membuat kulit menjadi kering, terutama pada area yang sensitif.
Bagi pria yang belum disunat, proses pembersihan juga mencakup menarik kulit kulup secara perlahan untuk membersihkan bagian dalamnya. Langkah ini bertujuan mencegah penumpukan smegma atau kotoran berwarna putih yang dapat terbentuk apabila kebersihan tidak terjaga. Setelah dibersihkan, area tersebut dianjurkan dikeringkan menggunakan handuk bersih sebelum mengenakan pakaian atau beristirahat.
Jangan Langsung Tidur Setelah Berhubungan Intim atau Masturbasi
Perhatian terhadap kebersihan juga diperlukan setelah berhubungan seksual maupun masturbasi. Langsung tidur setelah aktivitas tersebut tidak dianjurkan karena sisa air mani, pelumas, maupun cairan tubuh yang masih menempel dapat meningkatkan risiko munculnya rasa gatal hingga infeksi saluran kemih.
Karena itu, pria disarankan meluangkan waktu sekitar lima menit untuk buang air kecil sekaligus membilas organ intim hingga bersih sebelum kembali ke tempat tidur. Langkah sederhana tersebut dinilai dapat membantu menjaga kebersihan area genital selama malam hari.
Kejar Deep Sleep 7-8 Jam demi Hormon Laki
Selain kebersihan dan pemilihan pakaian, durasi tidur juga memiliki kaitan dengan kesehatan seksual pria. Tidur selama tujuh hingga delapan jam setiap malam disebut berperan dalam mendukung produksi hormon testosteron.
Jurnal ilmiah yang dipublikasikan di PubMed Central (PMC) menyebutkan bahwa kurang tidur secara kronis memiliki hubungan dengan meningkatnya risiko disfungsi ereksi. Sebaliknya, tidur yang cukup memungkinkan tubuh memproduksi testosteron secara optimal.
Produksi hormon tersebut juga berkaitan dengan munculnya ereksi alami pada pagi hari atau morning wood, yang dikenal sebagai salah satu indikator bahwa aliran darah menuju penis berlangsung dengan baik.
Secara keseluruhan, menjaga kesehatan organ intim pria tidak memerlukan langkah yang rumit. Kebiasaan menjaga kebersihan sebelum tidur, menghindari pakaian dalam yang terlalu ketat saat beristirahat, membersihkan organ intim setelah aktivitas seksual, serta memenuhi kebutuhan tidur selama tujuh hingga delapan jam menjadi sejumlah langkah sederhana yang dapat dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan reproduksi.













