Home Otomotif Kisah Seru Melintasi Afghanistan Bersama Mitsubishi Pajero Dakar 4×4

Kisah Seru Melintasi Afghanistan Bersama Mitsubishi Pajero Dakar 4×4

Mitsubishi Pajero Sport Dakar 4x4 afghanistan
Eelco dan petinggi Taliban di perbatasan Afghanistan-Pakistan. Foto: Dok. Eelco.

Komparatif.ID,Amsterdam—Mitsubishi Pajero Dakar 4×4 plat B 2891 SJH telah menemani keluarga kecil tersebut berkeliling dunia. Mereka telah melintasi ratusan perbatasan antar-negara di berbagai benua. Pengalaman perjalanan direkam dan dibagikan dalam platform media sosial.

Keluarga  Eelco yang terdiri dari Eelco Koudijs, Iyel Koudijs dan dua anak mereka Raneeshya dan Tyo, merupakan travellers lintas benua menggunakan kendaraan darat Mitsubishi Pajero Sport Dakar 4×4.

Baru-baru ini, keluarga yang telah mengunjungi 67 negara tersebut berbagi pengalaman ketika melintasi perbatasan Iran-Afghanistan, China-Rusia, dan Kyrgiystan-Tajikistan.

Pada suatu ketika Eelco Koudijs dan Iyel Koudijs, pasangan suami istri berkebangsaan Belanda-Indonesia, dalam perjalanan dari Iran melintasi Afghanistan.

Saat itu Pemerintahan Afghanistan telah dipegang oleh Taliban. Pemerintah Taliban telah menjadi pemenang perang setelah pada akhir 2022 berhasil mengusir Pemerintah Republik Islam Afghanistan yang dipimpin Presiden Ashraf Ghani. Sang presiden harus melarikan diri ke Uni Emirat Arab. Kejatuhan pemerintahan tersebut menandakan berakhirnya “perlindungan” selama 20 tahun oleh Amerika Serikat.

Baca: Supaya Bersyukur, Aceh Harus Belajar Kepada Afghanistan

Eelco dan keluarga masuk ke negara tersebut ketika negara itu baru dikuasai oleh Taliban. Mereka merupakan pelancong internasional yang sering bepergiaan menggunakan Mitsubishi Pajero Sport Dakar 4×4 berkelir putih. mereka bukan politisi, bukan mata-mata. Mereka hanya keluarga penikmat traveling di musim libur.

Ketika itu, Eelco dan keluarga baru saja tiba di perbatasan Afghanistan. Mereka hendak keluar dari Iran, dan tujuan akhirnya pulang ke Indonesia.

Saat itu Afghanistan sudah mulai membuka diri kepada wisatawan luar negeri. Meski demikian, Konsulat Afghanistan sempat kaget ketika Eelco dan keluarga mengurus visa on arrival.

Menurut catatan Eelco dalam postingannya di media sosial, saat itu baru 4-5 orang yang masuk ke negara tersebut. Pelancong-pelancong itu menggunakan sepeda motor dan individu. Sedangkan Eelco datang menggunakan mobil dan bersama keluarga. Ternyata mereka merupakan family overlander pertama yang hendak memasuki negara tersebut.

Bahkan sebelumnya tidak ada yang berani membawa anak-anak masuk ke negara tersebut.

“Konsulat Afghanistan kaget melihat kami,” tulis Eelco.

Petugas di Konsultan menanyakan apakah Eelco yakin ingin masuk ke negara itu. Wajah si petugas terlihat menyembunyikan keheranan. Melihat wajah sang petugas yang terheran-heran, Eelco mengajukan pertanyaan, “Menurut Anda, apakah tidak masalah kami berkunjung ke negara Anda?”

Of course,” jawab si petugas sembari menepuk Pundak Eelco.

Petugas lain juga mengulang pertanyaan yang sama. Meskipun Eelco telah menjawab dengan wajah sangat yakin, tetap saja mereka ragu.

Suasana berubah menjadi cair ketika atasan kedua petugas imigrasi tersebut meyakinkan Eelco bahwa Afghanistan sudah sangat aman. Dia meminta Eelco tidak percaya kepada pemberitaan media massa bahwa negara tersebut tidak aman.

“Jangan percaya apa yang media katakan, kalian akan aman di negara kami,” kata sang atasan sambil menyerahkan passport ke tangan Eelco.

Ya, Eelco dan istrinya tahu tentang propaganda media. Mereka telah empat kali berkunjung ke Iran, dan menemukan fakta bahwa pemberitaan media [proxy] seringkali berbeda dengan keadaan sebenarnya.

Pun demikian mereka tetap tidak membahas apa pun yang dikatakan petugas soal negara itu.

Di Perbatasan Masuk Afghanistan Mereka Diminta mengucapkan Syahadat

Setelah selesai urusan di Konsulat, mereka bergerak menempuh perjalanan menuju perbatasan. Mitsubishi Pajero Sport Dakar 4×4 menderu di atas badan jalan.

Tiba di perbatasan, mereka turun dari mobil dan menuju antrean. Tapi oleh petugas yang melihat mereka “asing” memindahkan mereka ke luar antrean dan dibawa ke jalur khusus dan dimasukkan ke dalam sebuah ruangan.

Eelco menebak mereka dibawa ke ruangan khusus karena warna passport yang berbeda, atau karena tampilan mereka berbeda. Dia hanya menebak, tak tahu alasan yang sebenarnya.

Petugas di dalam ruangan itu menggunakan pakaian perahantunban—pakaian khas negara itu. mereka terlihat friendly. Mereka bertanya Eelco dan keluarga berasal dari mana. Setelah diberitahu dari Belanda dan Indonesia, petugas meminta Eelco dan istri mengucapkan syahadat. Urusan itu selesai dalam lima menit dan passport mereka diterakan stempel masuk.

Permintaan mengucapkan syahadat tentu menggelikan. Apakah petugas itu tak tahu bahwa Indonesia bukan hanya berisi penganut Islam? Pun demikian, mereka sangat terbantu oleh perlakukan “istimewa” tersebut.

Selama di Afghanistan, Cappucino –nama yang diberikan oleh Eelco dan keluarga terhadap Mitsubishi Pajero Sport Dakar 4×4 milik mereka—telah dibekali surat jalan yang harus diperlihatkan kepada petugas di setiap pos penjagaan.

Meski telah dibekali surat jalan, tetap saja ada yang merepotkan. Surat tersebut ditulis dalam bahasa Arab, dan ternyata…… pada surat jalan tersebut petugas konsulat menulis bahwa kami akan keluar dari negara itu melalui perbatasan Iran, tempat kami masuk ke negara itu.

Entah mengapa mereka membuat surat demikian? Padahal Eelco sudah mengatakan kepada petugas bahwa mereka akan keluar melalui border Pakistan. Dan mereka tahu bahwa isi surat menerangkan demikian, ketika mereka telah berada di dekat perbatasan Pakistan. Sudah menjelajah ratusan kilometer dari titik pertama. Dan, untuk kembali ke sana juga butuh pengurusan visa Iran.

“Kami tidak mengerti tulisan Arab. Ini kesalahan petugas mereka, bukan kami. Saat itu petugas di border keluar bingung menghadapi situasi tersebut,” tulis Eelco.

Perlakuan Khusus dari Petinggi Taliban dan ketangguhan Mitsubishi Pajero Sport Dakar 4×4

Ketika puncak kebingungan mencapai klimaks, petugas border keluar menawarkan solusi. Mereka menyarankan Eelco menghadap langsung petinggi Taliban di kawasan itu. Eelco dan Tyo dibawa ke sebuah kantor lain, sedangkan istri dan anak gadisnya menunggu di mobil.

Saat itu hari telah sore. Kantor telah berhenti beraktivitas. Petinggi Taliban dan stafnya sedang hangout di halaman belang kantor sembari duduk di atas tikar yang digelar di atas rumput. Teh dan kue disajikan. Tak ada pembicaraan serius, karena tampaknya mereka tidak begitu mengerti bahasa Inggris.

Mereka mengajak Eelco dan keluarga menyeruput teh dan mengudap kue-kue. Dengan wajah ramah mereka mempersilakan keluarga traveler tersebut mengabadikan moment itu menggunakan kamera. Kemungkinan besar, tiga passport Indonesia—milik istri dan anak-anak Eelco—sangat membantu “diplomasi” sore itu.

Tahukah kamu, ternyata normalnya border di sana tutup pukul 18.00-19.00 waktu setempat. Tapi khusus untuk mereka gerbangnya dibuka kembali. Petinggi Taliban yang sepanjang pertemuan sangat ramah, telah menelepon petugas. Akhirnya gerbang perbatasan kembali dibuka pukul 19.00.

Dan… Cappucino bisa keluar dari wilayah Afghanistan. Ingat, ini perlakuan khusus, karena gerbang dibuka meski isi surat jalan berbeda.

Ketika keluarga itu memarkirkan Mitsubishi Pajero Sport Dakar 4×4 di gerbang border Pakistan, petugas di sana terlihat bingung. Pun demikian, gerbang tetap dibuka karena telah mendapatkan perintah dari atasannya.

“Mengapa mesti malam begini? Anda berisiko karena Anda akan melalui Peshawar,” kata petugas itu.

Eelco dan keluarga hanya tersenyum. Tidak banyak yang bisa dibicarakan karena keterbatasan bahasa. Petugas Taliban telah membantu mereka keluar dari negaranya, tapi siapa nyana kini harus menghadapi masalah baru.

Hhhm, akhirnya meski tetap saja harus melalui berbagai proses, perjalanan yang dilayani oleh Mitsubishi Pajero Sport Dakar 4×4 tetap berlanjut, menembus berbagai perbatasan, dengan keseruan cerita di tiap part-nya.

Previous articleBupati Bireuen Lantik 173 Pejabat, Camat Diminta Fokus Pemulihan Pascabanjir
Next articlePenanganan Tulang Rusuk Patah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here