
Komparatif.ID, Bireuen— Bupati Bireuen, H. Ir. Mukhlis, S.T., melantik dan mengambil sumpah/janji jabatan 173 pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen di Aula Lama Setdakab Bireuen, Jumat (26/6/2026) sore.
Pelantikan tersebut dilakukan dalam rangka pengisian formasi jabatan sekaligus menindaklanjuti rekomendasi resmi dari Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN).
Sebanyak 173 pejabat yang dilantik terdiri atas 143 pejabat administrator dan pengawas, 22 pejabat fungsional, 13 kepala UPTD Puskesmas, serta satu Kepala UPTD Satuan Pendidikan Nonformal Sanggar Kegiatan Belajar (SPNF SKB).
Dalam sambutannya, Bupati Mukhlis mengucapkan selamat kepada seluruh pejabat yang baru dilantik. Ia menegaskan mutasi dan pelantikan merupakan bagian dari dinamika organisasi yang bertujuan meningkatkan kualitas pelayanan publik serta mempercepat pembangunan di Kabupaten Bireuen.
Bupati Mukhlis menekankan seluruh proses pelantikan dilaksanakan secara profesional, objektif, dan berbasis kompetensi. Ia juga memastikan tidak ada praktik pungutan liar, setoran maupun suap dalam proses pengisian jabatan.
“Kami tidak meminta imbalan materi, melainkan menuntut pembuktian berupa kapasitas, integritas, dan prestasi nyata. Jabatan adalah beban moral untuk melayani masyarakat, bukan untuk dilayani,” ujarnya.
Menurutnya, pemerintah daerah menerapkan prinsip meritokrasi yang berorientasi pada hasil kerja. Kinerja para pejabat yang baru dilantik akan dipantau secara berkala oleh Tim Penilai Kinerja untuk memastikan pelaksanaan tugas berjalan sesuai target yang ditetapkan.
Ia juga mengingatkan seluruh pejabat agar menjaga integritas selama menjalankan amanah. Bupati menegaskan, apabila ditemukan adanya oknum yang terbukti memberikan maupun menerima sesuatu berkaitan dengan jabatan tersebut, Pemkab akan langsung mengambil tindakan tegas berupa pencopotan jabatan pada hari yang sama.
Pelantikan tersebut juga berlangsung di tengah upaya pemulihan Kabupaten Bireuen pascabanjir yang mengakibatkan kerusakan dalam skala besar. Menyikapi kondisi tersebut, Bupati menginstruksikan para camat yang baru dilantik agar segera membangun sinergi dengan para keuchik, pihak Puskesmas, dan dinas terkait.
Baca juga: Bupati Bireuen dan Satgas PRR Aceh Bahas Percepatan Pemulihan Pascabencana
Ia meminta para camat aktif turun ke lapangan untuk memantau kondisi masyarakat terdampak, memastikan validasi data korban dilakukan secara akurat, serta menjamin penyaluran bantuan berlangsung tepat sasaran.
Dalam kesempatan itu, Bupati juga mengakui kemampuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten (APBK) Bireuen masih terbatas untuk membiayai pembangunan kembali ribuan rumah warga maupun normalisasi berbagai fasilitas publik secara mandiri. Menurutnya, pelaksanaan pembangunan berskala besar berada di bawah kewenangan Pemerintah Pusat.
Meski demikian, Bireuen memperoleh dukungan dari Pemerintah Kabupaten Asahan yang memberikan bantuan kemanusiaan berupa dana hibah sebesar Rp30 miliar untuk mendukung proses pemulihan daerah.
Bupati menjelaskan dana hibah tersebut akan dialokasikan sepenuhnya secara transparan untuk rekonstruksi fasilitas jalan umum, yakni proyek pengaspalan jalan sepanjang 10 kilometer yang menghubungkan kawasan Blang Gandai hingga Salah Sirong di Kecamatan Jeumpa. Pekerjaan tersebut ditargetkan selesai pada tahun ini.
Menutup sambutannya, Bupati berharap seluruh pejabat yang baru dilantik dapat menjalankan amanah dengan penuh komitmen, dedikasi, serta tanggung jawab dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat dan mendukung pembangunan daerah.
Prosesi pelantikan berlangsung khidmat dan dihadiri Wakil Bupati Bireuen, para Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Pejabat Administrator, para camat se-Kabupaten Bireuen, serta sejumlah pejabat lainnya di lingkungan Pemkab Bireuen.
Rangkaian pelantikan kemudian ditutup dengan pemberian ucapan selamat kepada seluruh pejabat yang baru dilantik.












