Komparatif.ID, Teheran— Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) mengatakan terus melakukan dialog dengan otoritas Iran untuk menjamin keselamatan dua kapal tanker milik PT Pertamina International Shipping yang tertahan di Selat Hormuz.
Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Kemlu RI, Santo Darmosumarto, mengungkapkan kondisi keamanan di kawasan Teluk yang masih belum kondusif mendorong pemerintah meningkatkan intensitas koordinasi dengan otoritas setempat.
Menurutnya, pemerintah Indonesia melalui jalur diplomasi terus berupaya memastikan keselamatan kapal dan awak yang berada di wilayah tersebut.
Upaya pembebasan kedua kapal tanker dilakukan melalui pendekatan diplomatik oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia di Tehran. Santo menyampaikan komunikasi dengan pemerintah Iran terus dilakukan untuk mencari solusi terbaik atas situasi yang dihadapi kapal tanker tersebut.
“Terkait dengan tanker Pertamina, hal tersebut sedang ditindaklanjuti oleh rekan-rekan di KBRI Teheran karena memang dialognya harus dilakukan dengan pihak di pemerintah Iran,” ujar Santo melalui keterangan resmi dikutip Minggu (8/3/2026).
Baca juga: Kekuatan Militer Indonesia Peringkat 13 Dunia, Lebih Kuat dari Israel dan Iran
Kemlu RI memastikan proses diplomasi dan koordinasi masih terus berjalan dengan berbagai pemangku kepentingan di Iran. Pemerintah berharap kedua kapal tanker tersebut dapat kembali melanjutkan pelayaran dan melintasi Selat Hormuz dengan aman setelah situasi memungkinkan.
Santo juga menilai dinamika konflik di kawasan Timur Tengah berpotensi menimbulkan dampak terhadap Indonesia. Hal itu karena sejumlah negara di kawasan tersebut merupakan mitra dagang penting bagi Indonesia, terutama dalam sektor energi dan perdagangan.
Selain meningkatkan koordinasi terkait perlindungan warga negara Indonesia di kawasan konflik, Kemlu RI juga memperkuat komunikasi dengan berbagai pihak untuk mengkaji potensi dampak konflik terhadap kepentingan nasional.
Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyebutkan pemerintah tengah melakukan pendekatan negosiasi untuk membebaskan dua kapal tanker tersebut. Ia menjelaskan bahwa kedua kapal saat ini berada dalam kondisi aman sambil menunggu situasi yang lebih kondusif.
“Ada dua kargo yang terjebak di Selat Hormuz, punya Pertamina. Sekarang kapal itu lagi sandar untuk cari tempat yang lebih aman, sambil kami melakukan negosiasi,” ujar Bahlil.
Bahlil menegaskan tertahannya dua kapal tanker tersebut tidak mengganggu ketahanan energi nasional. Pemerintah, kata dia, telah mengambil langkah cepat dengan mencari alternatif pasokan energi dari Amerika Serikat.













