
Komparatif.ID, Banda Aceh— Pemerintah Aceh mendesak Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk segera merekonstruksi empat jembatan gantung yang rusak akibat banjir.
Desakan tersebut disampaikan menyusul viralnya video yang memperlihatkan perjuangan siswa dan guru mempertaruhkan keselamatan saat menyeberangi sungai menuju sekolah di Kabupaten Gayo Lues.
Desakan itu disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir Syamaun, berdasarkan arahan Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau Mualem.
Permintaan tersebut disampaikan langsung kepada Unsur Pengarah Penanggulangan Bencana BNPB, Prof. Dr. Ir. Muhammad Dirhamsyah, saat pertemuan di ruang kerja Sekda Aceh pada Selasa (28/7/2026).
Nasir menegaskan pembangunan kembali empat jembatan tersebut merupakan kebutuhan mendesak karena berkaitan langsung dengan keselamatan masyarakat, terutama anak-anak sekolah, serta kelancaran aktivitas ekonomi warga di wilayah terdampak.
“Kami mendesak BNPB agar empat jembatan vital ini segera dibangun kembali. Penanganan ini sangat mendesak karena menyangkut keselamatan anak-anak sekolah dan keberlangsungan roda ekonomi warga,” ujar Nasir.
Salah satu lokasi yang menjadi perhatian utama adalah Jembatan Gantung di Desa Kendawi, Kecamatan Dabun Gelang, Kabupaten Gayo Lues.
Jembatan tersebut mengalami kerusakan parah akibat banjir sehingga para siswa terpaksa melintasi sisa-sisa konstruksi jembatan untuk menyeberangi sungai demi dapat mengikuti kegiatan belajar di sekolah.
Baca juga: Satgas PRR: 94 Persen Jalan Daerah di Aceh Kembali Fungsional
Selain Jembatan Desa Kendawi, Pemerintah Aceh juga mengusulkan rekonstruksi Jembatan Sikundo di Kecamatan Pante Ceureumen, Kabupaten Aceh Barat, serta Jembatan Gantung Lhok Kuyun di Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara.
Usulan tersebut juga mencakup perbaikan Jembatan Gantung Penghubung yang menghubungkan Kecamatan Syamtalira Aron dengan Kecamatan Samudera di Kabupaten Aceh Utara.
Keempat jembatan itu dinilai memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas masyarakat sekaligus menjaga konektivitas antarwilayah.
Menurutnya, percepatan penanganan pascabencana akan membantu mengembalikan proses belajar-mengajar di sekolah serta memulihkan aktivitas masyarakat yang selama ini terganggu akibat rusaknya akses penghubung.
“Pemerintah Aceh berharap pemerintah pusat melalui BNPB dapat memberikan perhatian khusus dan mempercepat alokasi anggaran penanganan pascabencana, guna memastikan proses belajar-mengajar serta mobilitas warga kembali normal,” katanya.
Menanggapi usulan tersebut, Unsur Pengarah Penanggulangan Bencana BNPB, Muhammad Dirhamsyah, menyebut akan mengawal langsung percepatan pembangunan empat jembatan tersebut di tingkat pusat.
“Kami telah mencatat seluruh usulan prioritas ini dan siap menyampaikannya secara langsung kepada Kepala BNPB pusat,” ujar Dirhamsyah.
Pemerintah Aceh berharap proses rekonstruksi empat jembatan tersebut dapat segera direalisasikan sehingga masyarakat tidak lagi menghadapi risiko saat beraktivitas, khususnya para siswa dan guru yang setiap hari harus menempuh perjalanan menuju sekolah.












