Komparatif.ID, Washington DC— Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mensyaratkan opsi rebut paksa Greenland bila Denmark tidak menandatangani kesepakatan yang memungkinkan Amerika Serikat mengambil alih pulau itu secara baik-baik.
“Saya ingin membuat kesepakatan, tahu kan, dengan cara yang halus. Namun, jika kita tidak melakukannya dengan cara yang halus, kita akan melakukannya dengan cara yang paksa,” kata Trump mengutip Bloomberg, Jumat (9/1/2026).
Trump telah lama menyuarakan ketertarikannya menjadikan Greenland sebagai bagian dari Amerika Serikat dengan alasan kebutuhan keamanan nasional.
Namun, fokusnya terhadap pulau otonom di bawah kedaulatan Denmark itu disebut semakin intensif dalam beberapa hari terakhir, menyusul penangkapan pemimpin Venezuela, Nicolas Maduro, oleh Amerika Serikat.
Baca juga: Mendagri Venezuela Sebut 100 Orang Tewas Akibat Operasi AS Tangkap Maduro
Langkah AS tersebut memunculkan kekhawatiran baru di kalangan sekutu terkait kecenderungan Trump menggunakan kekuatan militer demi mencapai tujuan kebijakan luar negerinya.
Saat ditanya mengenai kemungkinan menawarkan dukungan finansial kepada penduduk Greenland untuk membujuk mereka bergabung dengan Amerika Serikat, Trump mengatakan dirinya belum membicarakan aspek tersebut.
“Saya mungkin akan membicarakannya, tetapi saat ini, kita akan melakukan sesuatu di Greenland, suka atau tidak suka,” ujarnya.
Trump juga menegaskan jika Amerika Serikat tidak bertindak, maka Rusia atau China akan mengambil peran di wilayah tersebut. “Kita tidak ingin memiliki Rusia atau China sebagai tetangga,” kata Trump.
Pernyataan tersebut memperburuk hubungan antara Amerika Serikat dan Denmark, yang merupakan anggota NATO. Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen sebelumnya mengatakan tindakan AS terhadap Greenland dapat berarti berakhirnya aliansi NATO.
Sejumlah pemimpin Eropa juga mendesak Trump untuk menghormati integritas teritorial Greenland dan menegaskan pulau itu berada di bawah payung keamanan kolektif NATO.













