
Komparatif.ID, Langsa— Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Samudra (Unsam) merancang sistem digital untuk mendukung pengelolaan dan distribusi bantuan logistik kemanusiaan agar lebih tertata, efektif, dan transparan.
Sistem berbasis web tersebut dikembangkan melalui kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) berbasis produk yang bertujuan membantu mitra dalam mengelola bantuan secara lebih terstruktur.
Ketua Tim Pengabdi, Cut Alna Fadhilla, S.Kom., M.Kom., mengatakan sistem informasi yang mengusung judul “Digitalisasi Distribusi Logistik Bantuan Kemanusiaan Melalui Sistem Informasi Berbasis Web untuk Meningkatkan Efektivitas dan Transparansi Penyaluran Bantuan” dirancang untuk memudahkan pencatatan donasi, pengelolaan stok logistik, hingga pemantauan proses distribusi bantuan kepada penerima manfaat.
Dengan sistem digital tersebut, seluruh proses penyaluran bantuan dapat terdokumentasi secara lebih rapi dan mudah dipantau.
Ia menjelaskan sistem ini memungkinkan pengelola bantuan untuk mendokumentasikan seluruh proses distribusi secara digital sehingga lebih mudah dipantau. Selain itu, sistem tersebut juga diharapkan dapat meningkatkan transparansi kepada masyarakat terkait penyaluran bantuan yang dilakukan.
“Sistem ini memungkinkan pengelola bantuan untuk mendokumentasikan seluruh proses distribusi secara digital sehingga lebih mudah dipantau, sekaligus meningkatkan transparansi kepada masyarakat terkait penyaluran bantuan yang dilakukan,” jelasnya, Selasa (10/3/2026).
Baca juga: Tim PKM UNSAM Bantu Pulihkan Pertanian Terdampak Banjir di Gelanggang Merak
Sistem informasi yang dikembangkan juga dilengkapi dengan sejumlah fitur pendukung, seperti pencatatan data penerima bantuan, laporan distribusi, serta dashboard informasi yang dapat diakses oleh pengelola untuk memantau kondisi logistik secara real time.
Selain menghadirkan teknologi, tim pengabdi juga melaksanakan pelatihan teknis kepada mitra terkait penggunaan sistem informasi berbasis web tersebut. Pelatihan ini meliputi pengenalan fitur sistem, pengelolaan data bantuan, hingga pembuatan laporan distribusi secara digital.
Tim PKM Unasm juga melakukan pendampingan dalam penerapan sistem informasi tersebut guna memastikan mitra dapat mengoperasikan sistem secara mandiri.
Pendampingan ini diharapkan dapat membantu mitra memaksimalkan pemanfaatan sistem dalam kegiatan penyaluran bantuan kemanusiaan.
Cut Alna Fadhilla juga menyampaikan terima kasih kepada Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Samudra atas dukungan dan kepercayaan yang diberikan dalam pelaksanaan program ini.
Ia berharap digitalisasi sistem distribusi logistik ini dapat mendorong proses penyaluran bantuan kemanusiaan yang lebih efektif, tepat sasaran, dan transparan.
Sementara itu, perwakilan mitra menyampaikan apresiasi kepada tim Universitas Samudra atas dukungan teknologi dan pendampingan yang diberikan dalam kegiatan tersebut.
“Kami sangat terbantu dengan adanya sistem ini karena pengelolaan bantuan menjadi lebih tertata dan mudah dipantau. Semoga sistem ini dapat terus digunakan untuk mendukung kegiatan kemanusiaan di masa mendatang,” ujarnya.












