
Komparatif.ID, Kuala Simpang– Banjir yang melanda Desa Gelanggang Merak, Kecamatan Manyak Payed, Kabupaten Aceh Tamiang, memberikan dampak serius terhadap sektor pertanian warga.
Genangan air yang berlangsung cukup lama merusak tanaman, menurunkan kesuburan tanah, dan menunda musim tanam. Kondisi tersebut menyebabkan banyak petani mengalami kerugian sehingga pendapatan masyarakat desa ikut menurun.
Sebagai bentuk pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Samudra melaksanakan program tanggap darurat bencana yang berfokus pada pemulihan ekonomi berbasis pertanian. Program ini diarahkan untuk membantu petani kembali berproduksi setelah terdampak banjir.
Tim PKM diketuai dosen Program Studi Teknik Sipil Universitas Samudra, Putri Fikadilah Siregar, S.Agb., M.Si, bersama tim mahasiswa yang terdiri atas Luthfi Adiyasta Iskandar, Muhammad Qhatar Aulia, dan Rayi Nastiti.
Dalam pelaksanaannya, tim memberikan pendampingan teknis dan manajerial kepada petani melalui penyediaan pupuk jenis NPK, urea, dan pupuk organik, serta penyaluran bibit jagung sebagai stimulus percepatan tanam ulang pada Senin (16/2/2026).
Dukungan tersebut diharapkan dapat membantu petani kembali berproduksi dan memiliki ketahanan ekonomi yang lebih baik.
Putri Fikadilah menyampaikan program ini merupakan wujud kepedulian perguruan tinggi terhadap masyarakat yang terdampak bencana. Ia menjelaskan melalui kegiatan pendampingan tersebut, tim berupaya memastikan masyarakat tidak hanya pulih secara fisik, tetapi juga bangkit secara ekonomi.
Baca juga: PKM UNSAM Perkenalkan Food Kit Emergency kepada Masyarakat Manyak Payed
Menurutnya, sektor pertanian merupakan sumber utama penghidupan warga Desa Gelanggang Merak sehingga pemulihan sektor tersebut menjadi prioritas.

Penyerahan pupuk dan bibit jagung dilakukan kepada Datok Desa Sayid Hidayatullah, Sekretaris Desa Hamdani, serta perwakilan kelompok tani. Pemerintah desa mendukung penuh kegiatan tersebut dan memfasilitasi koordinasi antara tim pengabdian dan masyarakat.
Ketua Kelompok Tani, Muhendri, menyampaikan bantuan pupuk dan bibit jagung sangat membantu petani dalam mempercepat proses pemulihan ekonomi desa.
Selain itu, Nina Fahriana S.T., M.T dan Dian Aswatul Sinurat, S.T., M.T selaku dosen dari program studi Teknik Sipil di Universitas Samudra turut hadir di Desa Gelanggang Merak untuk melaksanakan kegiatan pemulihan ketersediaan bibit padi pascabanjir.
Sinergi antar tim dalam satu program studi tersebut menjadikan bantuan yang diberikan lebih terarah dan komprehensif, sehingga upaya pemulihan tidak hanya berfokus pada satu komoditas, tetapi juga memperkuat sektor pertanian secara menyeluruh serta meningkatkan ketahanan pangan masyarakat desa.












