
Komparatif.ID, Sigli— Cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai angin puting beliung melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Pidie, Rabu (20/5/2026). Sedikitnya empat kecamatan terdampak dalam peristiwa tersebut, yakni Kecamatan Grong-Grong, Mutiara Timur, Indrajaya, dan Simpang Tiga.
Akibat kejadian itu, sejumlah rumah warga mengalami kerusakan, fasilitas pemerintah terdampak, hingga jaringan listrik di beberapa titik sempat terputus. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kerugian material ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
Kepala Bidang Darurat dan Logistik Damkar dan Penyelamatan BPBD Kabupaten Pidie, Nasruddin, membenarkan dampak cuaca ekstrem yang terjadi di sejumlah wilayah tersebut. Menurutnya, angin kencang menyebabkan kerusakan pada pemukiman warga dan fasilitas umum.
“Angin kencang yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Pidie menyebabkan kerusakan rumah warga, fasilitas umum, hingga terganggunya jaringan listrik di beberapa kecamatan,” kata Nasruddin kepada Komparatif.ID, Rabu (20/5/2026).
Di Kecamatan Grong-Grong, bangunan perpustakaan yang berada di lingkungan Kantor Camat dilaporkan mengalami kerusakan cukup parah. Selain itu, atap tiga rumah warga di Gampong Daka dan Gampong Mee juga rusak akibat diterjang angin.
Baca juga: Angin Kencang Landa Bireuen, BPBD Imbau Warga Waspada
Sementara di Kecamatan Simpang Tiga, kerusakan rumah warga dilaporkan terjadi di sejumlah desa seperti Peukan Tuha, Tunong, dan Ujong Baroh. Selain merusak bangunan warga, cuaca buruk juga menyebabkan gangguan jaringan listrik di beberapa titik.
“Jaringan listrik di sejumlah titik juga sempat terputus, seperti di Desa Pulo Gajah Mate dan Gampong Padang, serta beberapa ruas jalan lintas desa. Saat ini sedang ditangani secara cepat oleh pihak PLN,” ujar Nasruddin.
Pihak kecamatan setempat disebut telah meneruskan laporan darurat tersebut kepada pimpinan daerah, mulai dari Wakil Bupati, Sekda, Dinas Sosial hingga BPBD Kabupaten Pidie.
Kerusakan paling parah dilaporkan terjadi di Gampong Dayah Kumba, Kecamatan Mutiara Timur sekitar pukul 10.45 WIB. Empat unit rumah warga mengalami rusak berat dengan total kerugian ditaksir mencapai Rp200 juta.
Salah seorang warga setempat, Muhammad (45), mengaku sempat panik saat angin puting beliung datang secara tiba-tiba setelah wilayah itu diguyur hujan deras sejak pagi.
“Saya melihat angin sangat kencang langsung menghantam atap rumah warga hingga terbang. Secara spontan saya berteriak meminta warga segera keluar rumah untuk menyelamatkan diri,” kata Muhammad.
Berdasarkan data kecamatan, empat kepala keluarga dengan total 13 jiwa yang terdampak langsung dalam peristiwa tersebut. Mereka masing-masing keluarga Rizal (35), Nazaruddin (35), Baihaqi (35), dan M. Hasan (54).
Di Kecamatan Indrajaya, angin puting beliung juga merusak satu unit rumah warga di Gampong Pante Garot sekitar pukul 10.30 WIB. Rumah tersebut milik Saudah (61), seorang janda lansia yang tinggal bersama dua anaknya.
Saksi mata di lokasi, Lindawati (41), mengatakan atap rumah korban terlepas dan terbang akibat diterjang angin kencang di tengah hujan deras. Kerugian material di lokasi itu diperkirakan mencapai Rp20 juta.
Pemerintah Kecamatan Indrajaya disebut telah berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kabupaten Pidie dan Kabid Linjamsos untuk mengupayakan bantuan masa panik serta logistik darurat bagi keluarga terdampak.
Hingga Rabu sore, BPBD Kabupaten Pidie masih melakukan pendataan serta penanganan dampak bencana bersama instansi terkait. Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan masih berpeluang terjadi dalam beberapa hari ke depan.











